alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kemenag Majalengka dan UNMA Mulai Berlakukan WFH

Inin Nastain
Kemenag Majalengka dan UNMA Mulai Berlakukan WFH
Sejumlah lembaga di Kabupaten Majalengka akhirnya memutuskan untuk meliburkan segala aktivitas di kantor. Foto/Istimewa

MAJALENGKA - Sejumlah lembaga di Kabupaten Majalengka akhirnya memutuskan untuk meliburkan segala aktivitas di kantor. Keputusan itu diambil menyusul kondisi yang terjadi saat ini, terkait wabah virus Corona atau COVID-19.

Kemenag Kabupaten Majalengka adalah salah satu lembaga yang memutuskan penghentian aktivitas di kantor. Keputusan itu tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani Kepala Kemenag Majalengka, Yayat Hudayat.

Keputusan tersebut, sebagai tindak lanjut dari SE Menteri Agama Nomor 4/2020 tentang Perubahan Atas SE Menteri Nomor 3/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID 19. (Baca juga; Status Siaga Darurat Corona, Pelayanan di Majalengka Berjalan Normal)



Dalam surat tersebut, semua pegawai wajib bekerja dari rumah masing-masing atau Work From Home (WFH). Instruksi itu berlaku bagi semua lembaga yang ada di lingkungan Kemenag, dari mulai Kantor Kemenag Kabupaten hingga Sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag.

Bagi pegawai yang, karena kondisi mendesak, masih diperbolehkan ke kantor, tetapi harus ada surat izin dari atasan. Keputusan itu berlaku hingga 31 Maret 2020. "Petugas keamanan menjaga lingkungan kantor dengan memperhatikan Protap pengamanan optimal," demikian salah satu point dalam Surat itu.

Hal serupa juga berlaku di lembaga pendidikan, Universitas Majalengka (UNMA). Setelah sebelumnya hanya kalangan mahasiswa saja yang belajar di rumah, saat ini lewat SE Rektor pihak Kampus memberlakukan Work From Home (WFH) bagi seluruh civitas akademika.

"Seluruh dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa bekerja dan belajar dari rumah," demikian point pertama dalam SE yang ditandatangani Rektor Prof Sutarman itu. (Baca juga; Berstatus PDP Corona, Pimpinan Bank di Majalengka Dirawat di RS Gunung Djati)

Untuk satpam dan pekarya, seperti yang tertuang dalam SE, mereka tetap bekerja, tetapi dijadwal secara bergilir. "Pimpinan rektorat , fakultas dan tenaga kependidikan diperbolehkan untuk hadir apabila ada sesuatu yang bersifat mendesak dan sangat penting," demikian aturan main kehadiran di kampus itu.

Keputusan yang tertuang dalam SE yang ditandatangni pada 24 Maret itu berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan. (Baca juga; Majalengka Siaga Darurat Corona, Ruang Gerak Warga Dibatasi)



(wib)

preload video