alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

Santri dan Mahasiswa Jabar Desak Pemerintah Tindak Tegas Gerakan HTI

Agung Bakti Sarasa
Santri dan Mahasiswa Jabar Desak Pemerintah Tindak Tegas Gerakan HTI
Sejumlah santri dan mahasiswa berunjuk rasa menolak eksistensi HTI dan nyaris bentrok saat berhadapan dengan anggota eks sayap HTI, Jumat (12/10/2018). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG - Sejumlah mahasiswa dan santri yang tergabung dalam Aliansi Santri dan Mahasiswa Jawa Barat mendesak pemerintah dan aparat kepolisian menindak tegas gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Mereka mengklaim memiliki bukti bahwa organisasi terlarang tersebut masih terus melakukan pergerakan lewat peran para aktivisnya. Padahal, HTI telah dibubarkan oleh pemerintah melalui keputusan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang mencabut status badan hukum HTI pada 19 Juli 2017 lalu.

Komandan Lapangan Aliansi Santri dan Mahasiswa M Iqbal Awaludin yakin, meski sudah resmi dibubarkan, HTI masih eksis dengan wujud yang berbeda dan terus mengampanyekan paham khilafah.

Dia mengungkapkan, pascapembubaran HTI, pihaknya mendapati sejumlah pergerakan, seperti organisasi Gema Pembebasan Jabar yang dipimpin Indra Lesmana yang dikenal sebagai aktivis HTI.

"Bahkan, mereka sudah ada di setiap kabupaten/kota di Jabar," ungkap Iqbal di sela-sela aksi unjuk rasa di kawasan Monumen Perjuangan Bandung, Jumat (12/10/2018).

Tidak hanya itu, pihaknya pun mendapati pergerakan Islam Kaffah yang dimotori Luthfi Afandi dan Mercusuar Umat yang dipimpin oleh Riyan Shabab. "Lutfi Afandi sendiri dikenal sebagai juru bicara HTI, sedangkan Riyan Shabab merupakan Ketua HTI Jabar," ujar dia.

Parahnya lagi, lanjut Iqbal, pergerakan HTI juga menyasar generasi muda lewat kampanye khilafah di kampus-kampus. Bahkan, organisasi yang berafiliasi dengan HTI sudah menyebar di banyak kampus lewat wadah Lembaga Dakwah Mahasiswa (LSM) dan Lembaga Dakwah Kampus (LDK).

"Lewat aksi ini, kami juga mengimbau pihak kampus menekan aktivitas mereka jika tidak bisa dibubarkan, harus ada tindakan tegas," tutur Iqbal.

Lebih jauh Iqbal mengingatkan pihak kepolisian lebih peka terhadap pergerakan yang dilakukan para aktivis HTI. Apalagi, berdasarkan informasi yang diperoleh, akan digelar Gerakan Kampanye Satu Juta Kopi Tauhid yang diinisiasi tokoh HTI Mashun Sofyan, pimpinan Yayasan Visi Generasi dan Political Youth Movement. "Pemerintah dan kepolisian harus konsisten menindak tegas semua gerakan yang beririsan dengan HTI," tandas dia.

Nyaris Bentrok
Seusai berorasi di kawasan Monumen Perjuangan Bandung, para santri dan mahasiswa lantas mendatangi markas Visi Generasi yang merupakan organisasi sayap eks HTI di Jalan Haur Pancuh Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung yang tak jauh dari lokasi unjuk rasa.

Kedatangan ratusan santri dan mahasiswa itu mengagetkan beberapa orang anggota Visi Generasi, termasuk masyarakat sekitar. Saat kedua pihak bertemu, sempat terjadi adu mulut dan nyaris bentrok.

Beruntung, aparat kepolisian dapat mengendalikan kedua belah pihak dan mengawal para santri dan mahasiswa itu kembali ke kawasan Monumen Perjuangan Bandung.

Santri dan Mahasiswa Jabar Desak Pemerintah Tindak Tegas Gerakan HTI



(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif