alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hujan Mulai Turun, Dampak Kekeringan di Jawa Barat Menurun

Agung Bakti Sarasa
Hujan Mulai Turun, Dampak Kekeringan di Jawa Barat Menurun
Dampak kekeringan akibat musim kemarau di Provinsi Jawa Barat menurun seiring mulai turunnya hujan di sejumlah kabupaten/kota di Jabar. Sawah yang mengalami kekeringan di Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor. Foto SINDOnews

BANDUNG - Dampak kekeringan akibat musim kemarau di Provinsi Jawa Barat menurun seiring mulai turunnya hujan di sejumlah kabupaten/kota di Jabar.  Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, dari 27 kabupaten/kota di Jabar, tinggal 16 kabupaten/kota yang masih terdampak kekeringan.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jabar Budi Wayhu mengatakan, pasokan air bersih bagi warga terdampak kekeringan sudah tertangani dengan baik. Pasalnya, BPBD kabupaten/kota pun secara rutin mendistribusikan air bersih kepada warga yang membutuhkan.

"Tidak ada perluasan kekeringan justru membaik karena beberapa daerah seperti Kabupaten dan Kota Bogor itu sudah hujan," ungkap Budi di Bandung, Kamis (11/10/2018).

Budi juga mengatakan, dari 16 kabupaten/kota yang masih terdampak kekeringan cukup parah, khususnya dalam pasokan air bersih, di antaranya Kuningan, Cirebon, dan Tasikmalaya, dan Kabupaten Bandung Barat. Meskipun terbilang parah dan berstatus siaga, kata Budi, namun masih bisa tertanggulangi.

"Jadi indikatornya adalah tidak ada warga yang menjerit kehabisan air bersih. Intinya dari kebencanaan tidak terlalu serius," katanya.

Budi menambahkan, pihaknya yakin dampak kekeringan akan semakin menurun seiring prediksi BMKG yang menyebut musim hujan akan berlangsung mulai bulan Desember mendatang. "Beberapa titik sudah ada hujan, kemudian BMKG mengatakan Desember hingga Maret itu puncak hujan," timpalnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Jabar Hendi Jatnika mengatakan, meskipun di sejumlah daerah terjadi puso, namun kemarau tahun ini tidak terlalu berdampak pada target produksi padi.

Dia memaparkan, sejak awal kemarau atau April 2018 lalu, total lahan puso 6.449 hektare. Sementara yang mengalami kerusakan ringan 11.425 hektare, rusak sedang 4.852 hektare, dan rusak berat 3.254 hektare.

"Jadi total lahan yang terdampak kekeringan, termasuk yang puso mencapai 25.862 hektare," sebutnya.

Dia menjelaskan, target produksi padi Jabar tahun ini dikatakan aman karena total lahan puso hanya 2% dari total luas lahan siap panen yang mencapai 240.000 hektare lebih.

"Jadi pada bulan September dan awal Oktober masih ada petani padi yang berhasil memanen padi dan padi yang puso persentasinya sangat kecil dibandingkan dengan yang berhasil panen," tandasnya. 



(sms)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif