alexametrics
TOPIK TERPOPULER

Ketika Azan Pertama Kali Berkumandang di Masjid Al-Hidayah Minahasa Utara

Cahya Sumirat
Ketika Azan Pertama Kali Berkumandang di Masjid Al-Hidayah Minahasa Utara
Suasana pertemuan merajut bersama tali silaturahmi yang digelar di Masjid Al-Hidayah, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (16/2/2020) sore. Foto/Koran SINDO/Cahya Sumirat

MINAHASA UTARA - Kumandang azan magrib terdengar syahdu dari Masjid Al-Hidayah, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (16/2/2020). Azan ini merupakan yang pertama pascakasus perusakan pada Rabu (29/1/2020) malam.

Kembali berkumandangnya azan dari Masjid Al-Hidayah cepat menyebar luas lewat WhatsApp Group (WAG) maupun media sosial. Apalagi azan itu dikumandangkan seusai acara syukuran umat muslim dan masyarakat perum Agape dalam rangka merajut bersama tali silaturahmi yang digelar di Masjid Al-Hidayah di Desa Tumaluntung, Minggu (16/2/2020) sore.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Minut, Baidlowi Ibnu Hajar menjelaskan, pertemuan antara jemaah Al-Hidayah Perum Agape Griya, Desa Tumaluntung bersama pemerintah, tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Minut untuk merajut kembali tali silaturahmi sesama masyarakat.



“Cuma ingin merajut kembali tali silaturahmi sesama masyarakat Tumaluntung yang sebelumnya sedikit tersumbat,”katanya, Senin (17/2/2020). (Baca juga; Rumah Ibadah di Minahasa Utara Dirusak, Ini 7 Tuntutan Umat Islam Sulut)

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Minut AKBP Grace KD Rahakbau kembali menekankan serta mengajak masyarakat Minahasa Utara, terutama perum Agape untuk menjaga keamanan serta memelihara persatuan dan kesatuan antar umat beragama di perum agape. Termasuk memelihara kerukunan beragama di wilayah Minahasa Utara.

“Jika Tuhan memberi suatu masalah pasti ada jalan keluarnya dan pasti ada hikmah yang dapat dipetik atau peroleh nantinya. Kami berharap semua bergandengan tangan untuk masyarakat Agape, apa yang sudah terjadi dapat kita ambil hikmahnya,” ujarnya. Dia mengingatkan agar untuk ke depan, tidak ada jarak lagi, buang rasa curiga, kembalilah seperti keadaan sedia kala.

Ketua FKUB Kabupaten Minut Pdt. Ruben Renggi juga mengajar sebagai umat beragama agar menjaga kerukunan di Desa Tumaluntung (perum Agape) agar tercipta persatuan yang kuat antar umat beragama. “Mari kita melupakan permasalahan yang terjadi beberapa waktu yang lalu dan saat ini saling bergandengan tangan membangun persaudaraan yang rukun di perum Agape,”ajaknya.

Hadir pula dalam acara tersebut Wakapolres Minahasa Utara Kompol Revly Kaunang, mewakili Dandim 1310/Bitung, Danramil Kauditan Kapten Inf Berty Somba, Ketua MUI Minahasa Utara Baidlowi Ibnu Hajar, aggota DPRD Minut Azhar, Camat Kauditan Roike Rampengan, Ketua FKUB Minut (Pendeta Ruben Renggi, Ketua Ikatan Masyarakat Islam Minut Mansyur Ui, tokoh agama Pdt Sandra, Sekdes Tumaluntung Jhonly Mantiri, Ketua BPD Tumaluntung Edy Dahlan, jamaah Al Hidayah Perum Agape Griya dan masyarakat Desa Tumaluntung.



(wib)

preload video