alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Protes Warga terhadap Pemda KBB, Pohon Pisang di Tengah Jalan Viral di Medsos

Adi Haryanto
Protes Warga terhadap Pemda KBB, Pohon Pisang di Tengah Jalan Viral di Medsos
Pohon pisang ditanam di tengah jalan rusak di ruas jalan Cihampelas-Cipatik, KBB, sebagai bentuk protes warga terhadap Pemda KBB. Foto/Dok.Warga Cihampelas

BANDUNG BARAT - Keberadaan sebuah pohon pisang yang tiba-tiba ada di tengah ruas jalan Cihampelas-Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), sempat viral di media sosial (medsos).

Pasalnya, pohon pisang itu ditanam di tengah jalan yang rusak dan terdapat tulisan agar segera diperbaiki. Namun warga sekitar tidak mengetahui siapa yang menanam pohon pisang di jalan kabupaten tersebut.

Salah seorang pengemudi ojeg, Andri (37) menyebutkan, pohon pisang itu diperkirakan sudah ada sejak Kamis (13/2/2020) malam.



Warga dan pengguna jalan baru melihat saat pagi hari beraktivitas, sehingga akhirnya keberadaan pohon pisang di tengah jalan ini menjadi viral.

"Saya juga baru tahu tadi pagi. Setelah siang, pohon pisang itu disingkirkan karena membut macet jalan," terangnya, Jumat (14/2/2020).

Dia menilai, bisa saja pohon pisang itu ditanam sebagai bentuk protes dan kekesalan warga terhadap jalan di wilayah mereka yang dibiarkan rusak.

Faktanya di jalan kabupaten yang mengarah ke Cililin ini terdapat sejumlah lubang di tengah jalan yang cukup besar. Otomatis hal tersebut membahayakan bagi pengguna jalan khususnya pemakai sepeda motor terlebih di malam hari.

"Kalau malam bahaya, apalagi di sini penerangannya kurang makanya banyak yang kecebur lubang. Kalau ga salah ada setahun belum lagi diaspal jalan di sini," sambungnya.

Kepala Desa Cihampelas, Asep Mulyadi menyebutkan, aksi tanam pohon pisang pada jalan berlubang itu dianggapnya bukan bentuk protes warga. Tapi lebih kepada sebagai tanda kalau di situ ada lubang besar jadi agar pengguna jalan berhati-hati supaya tidak terjerembab.

Menurutnya ruas Jalan Cihampelas-Cililin mulai rusak ketika terus-menerus diguyur hujan, dan yang terparah sekitar 300 meter. "Kalau enggak ditandai sama pohon pisang, bahaya. Pemakai motor bisa jatuh apalagi kalau lagi ngebut. Tapi tadi siang sudah disingkirkan karena jadi macet jalannya," kata dia.

Sementara itu, Kabid Jembatan dan Jalan pada Dinas PUPR KBB, Aan Sofyan menerangkan bahwa perbaikan jalan itu telah masuk dalam agenda kerja tahun 2020.

Sekarang agendanya masih dalam tahap lelang dan kemungkinan baru mulai bisa dikerjakan pada pertengahan tahun. "Tahun ini diperbaiki, sekarang masih tahap persiapan lelang," tulis Aan melalui pesan singkat.



(awd)

preload video