alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

20 Pesawat N219 Buatan PTDI Dipesan PT Aviastar Mandiri

Arif Budianto
20 Pesawat N219 Buatan PTDI Dipesan PT Aviastar Mandiri
Jajaran Direksi PTDI dan PT Aviastar Mandiri seusai penandatangan MoU pemesanan 20 pesawat N219 Nurtanio. Foto/Istimewa

BANDUNG - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mendapat pesanan 20 unit pesawat N219 Nurtanio yang saat ini masih dalam proses penyelesaian sertifikasi. Pesawat tersebut akan melayani penerbangan perintis PT Aviastar Mandiri.

Kepastian pembelian 20 pesawat tersebut ditandai dengan dilakukannya penandatangan MoU antara PTDI dengan PT Aviastar Mandiri di Surabaya, Rabu (3/10/2019) kemarin.

"Setelah ini akan ditindaklanjuti langkah berikutnya. Termasuk untuk pembiayaannya. Sementara, kami saat ini menyelesaikan dulu proses sertifikasinya," kata Dirut PTDI Alvin Guntoro dalam siaran persnya, Kamis (4/10/2018).



Dia mengakui, proses delivery kemungkinan baru maksimal pada 2020. Tahun depan, pihaknya diperkirakan baru bisa menyelesaian antara dua hingga empat unit. Sementara, pesanan Aviastar 20 unit.

Diketahui, PT Aviastar Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penerbangan ke daerah terpencil. PT Aviastar Mandiri mengoperasikan pesawatnya di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua, dengan home base di Jakarta.

Menurut Alvin, pesawat N219 Nurtanio merupakan pesawat penumpang dengan kapasitas 19 penumpang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23. Ide dan desain dari pesawat dikembangkan oleh PTDI dengan pengembangan program dilakukan oleh PTDI dan LAPAN.

Pesawat N219 Nurtanio dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara nasional di wilayah perintis. Pesawat N219 Nurtanio dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan seperti angkutan penumpang, angkutan barang, maupun ambulans udara.

Pesawat N219 Nurtanio diharapkan menjadi solusi distribusi logistik yang terintegrasi, efektif, dan efisien sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pesawat N219 Nurtanio juga dikembangkan untuk mendukung program jembatan udara.

Pesawat N219 Nurtanio juga sangat relevan dengan kondisi alam di Indonesia, yang pada umumnya berbukit-bukit dan terdapat banyak pegunungan. N219 Nurtanio memiliki kecepatan (speed) maksimum mencapai 210 knot, dan kecepatan terendah mencapai 59 knot. Artinya, kecepatan cukup rendah namun masih bisa terkontrol. Ini sangat penting terutama saat memasuki wilayah yang bertebing-tebing di antara pegunungan yang membutuhkan pesawat dengan kemampuan manuver pada kecepatan rendah.



(zik)