alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemuda Harus Kuatkan Cinta Negeri dan Bela Bangsa demi Kemajuan Indonesia

Agung Bakti Sarasa
Pemuda Harus Kuatkan Cinta Negeri dan Bela Bangsa demi Kemajuan Indonesia
Anggota MPR Ledia Hanifa foto bersama peserta Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Hotel Mercure Bandung. Foto/Dok.Ledia Hanifa Amaliah

BANDUNG - Pemuda adalah generasi penerus bangsa. Maju tidaknya bangsa Indonesia sangat tergantung pada para pemuda masa kini. Tidak hanya ilmu pengetahuan dan teknologi, para pemuda juga perlu membekali diri dengan nilai-nilai religi dan kebangsaan untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik di masa datang.

Demikian paparan Ledia Hanifa Amaliah, anggota MPR RI saat melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar MPRI RI di Hotel Mercure Bandung, Minggu 9 Februari 2020.

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang menjadi salah satu tugas anggota MPR itu terjabarkan dalam wawasan Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.



"Tentu bukan sekedar kita kembali belajar sejarah dan makna kata dari masing-masing nilai-nilai kebangsaan ini, tetapi justru bagaimana kita bisa mengkreasikan cara-cara mengimplementasikan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, 4 nilai kebangsaan ini bukan sekedar menjadi retorika, tetapi menjelma sebagai sikap dan perilaku," tegas Ledia.

Menyemangati para peserta yang hampir semuanya pemuda, Ledia mengingatkan mereka akan peluang, tantangan, sekaligus ancaman masa depan yang membayangi bangsa Indonesia.

Menurutnya, waktu yang berjalan tanpa menunggu siap tidaknya kita serta kemajuan teknologi yang terus tumbuh, sementara sumber daya alam yang semakin terbatas menjadi peluang, tantangan, sekaligus ancaman bagi negeri ini. Kalau kita lengah dan lemah, kata Ledia, mungkin kita hanya akan menjadi negeri yang diperebutkan untuk dikuasai.

"Dikuasai secara teknologi, secara ekonomi, bahkan mungkin secara fisik alam yang dikeruk dan dihabiskan. Di sinilah peran pemuda sebagai pelopor pembela bangsa dan negara diperlukan dengan bekal ilmu pengetahuan, teknologi, nilai-nilai religi, dan kebangsaan," paparnya.

Dalam kegiatan yang diikuti pegiat Komunitas Senam Nusantara, pegiat Relawan Indonesia, dan aktivis ormas kepemudaan kepanduan di Kota Bandung dan sekitarnya itu, Ledia menekankan pentingnya nilai religius dan nilai kebangsaan.

Pasalnya, kata Ledia, ilmu pengetahuan dan teknologi sesungguhnya hanya alat dan manusianyalah yang akan mengarahkan ilmu pengetahuan dan teknologi ini serta meluaskannya menjadi manfaat atau mudharat bagi orang banyak.

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) Kota Bandung dan Kota Cimahi ini menjelaskan bahwa nilai-nilai religius akan membangun hati dan jiwa setiap insan bangsa menjadi baik, sementara nilai-nilai kebangsaan akan mengarahkan pada tujuan bernegara sesuai arahan para founding fathers dan para pahlawan negeri ini.

"Dengan demikian bangsa Indonesia bisa maju dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokalnya," ujarnya.

Lebih lanjut ledia mengatakan, melekatkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam implemenasi keseharian bisa berbeda cara dalam setiap masa dan generasi. Kalau dulu para orang tua angkat senjata atau berdiplomasi demi kemerdekaan, kini anak muda bisa mengimplementasikannya dengan berbagai cara.

Implementasi yang dapat dilakukan, di antaranya mencintai produk Indonesia, mengutamakan belanja dari UMKM Indonesia, mendukung perkembangan produk kreatif lokal, bersemangat mengunjungi dan merawat destinasi wisata dalam negeri, menggerakkan komunitas-komunitas kebersamaan, termasuk menghilangkan bibit-bibit perpecahan bangsa yang kerap dimulai dari lintasan pesan media sosial seperti, Facebook, Whatsapp, Twitter, dan lainnya.

"Sepertinya sederhana, tetapi justru itu adalah salah satu upaya yang bisa mulai dilakukan para pemuda untuk menumbuhkan semangat bela bangsa, bela negara, dengan bersatu dan bergerak bersama-sama mencintai negeri ini," tandasnya.



(awd)

preload video