alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

OJK: Pasar Keuangan Perlu Perhatikan Risiko Likuiditas Global

Arif Budianto
OJK: Pasar Keuangan Perlu Perhatikan Risiko Likuiditas Global
Ilustrasi/SINDOnews/Dok

BANDUNG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai ada beberapa risiko yang mesti diwaspadai, kendati stabilitas jasa keuangan di Indonesia masih cukup baik.

Beberapa faktor risiko yang perlu menjadi perhatian di antaranya perkembangan suku bunga dan likuiditas global. Apalagi bank sentral Amerika baru saja menaikkan suku bunga. Selain itu, perlu diwaspadai gejolak di pasar keuangan emerging markets, dan tensi perang dagang.

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Anto Prabowo mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir, kondisi pasar keuangan global masih mengalami ketidakpastian.



Hal itu dipengaruhi oleh berlanjutnya isu perang dagang antara AS dan China, serta normalisasi kebijakan moneter AS dan Eropa. Ketidakpastian ini telah meningkatkan tekanan di pasar keuangan emerging markets, khususnya di negara-negara yang mengalami ketidakseimbangan eksternal.

“Dinamika di pasar keuangan diperkirakan masih akan berlanjut seiring masih tingginya downside risk di lingkup global. OJK memandang kemampuan sektor jasa keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masih terbuka, namun tetap dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian,” kata dia dalam siaran persnya, Kamis (27/9/2018).

OJK, kata dia, akan mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan nasional. Serta memperkuat koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait.

Walaupun, kata dia, OJK melalui Rapat Dewan Komisioner (RDK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan masih dalam kondisi terjaga. Per 21 September 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pelemahan tipis sebesar 1,0% secara mtd dengan investor non residen mencatatkan net sell sebesar Rp2,5 triliun.

Kinerja intermediasi sektor jasa keuangan pada Agustus 2018 secara umum masih bergerak positif. Kredit perbankan dan piutang pembiayaan masing-masing tumbuh sebesar 12,12% yoy dan 5,82% yoy, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya (11,34% dan 5,53%). Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 6,88% yoy.

Volatilitas di pasar keuangan domestik, profil risiko lembaga jasa keuangan masih terjaga pada level yang manageable. Rasio non-performing loan (NPL) gross perbankan tercatat sebesar 2,74%. Sedangkan rasio non-performing financing (NPF) perusahaan pembiayaan berada pada level 3,11%.

“Selain itu, OJK mendukung penuh upaya pemerintah dalam mengurangi dampak tekanan pasar keuangan global terhadap perekonomian domestik. Antara lain penjadwalan ulang proyek infrastruktur non-strategis dengan konten impor tinggi, penggunaan biosolar (B20), dan peningkatan tarif PPh impor produk konsumsi," pungkas dia



(awd)

loading...