alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Cerita Buruh Migran Asal Majalengka di China soal Wabah Corona

Inin Nastain
Cerita Buruh Migran Asal Majalengka di China soal Wabah Corona
April (depan) bersama keluarga majikannya. Foto/Dokumentasi April

MAJALENGKA - Wabah virus Corona di China berdampak terhadap aktivitas warganya, tak terkecuali buruh migran Indonesia (BMI). Beberapa hari terakhir, kota-kota di negara itu, terutama Wuhan, yang sebelumnya ramai, kini seperti kota mati, sepi.

Mereka memilih tinggal di dalam rumah masing-masing agar terhindar dari terjangkit virus yang telah menewaskan puluhan orang di Provinsi Wuhan itu.

April, salah satu BMI asal Kabupaten Majalengka yang kini bekerja di China mengaku sejak beberapa hari terakhir dilarang keluar rumah. Sama seperti warga lain, untuk mengindari virus ganas jadi alasan dia tidak diperbolehkan beraktivitas di luar rumah.



"Nggak bisa keluar rumah demi menghindari virus yang mematikan. Bos pun melarang keras keluar," kata April, warga Desa Pangkalangpari, Kecamatan Jatitujuh kepasa SINDOnews lewat pesan di medsos, Senin (27/1/2020).

Kendati tidak bisa keluar rumah, April mengaku untuk kebutuhan sehari-hari cenderung aman. Pasalnya, sudah ada persiapan sejak muncul wabah virus Corona.

"Untuk kebutuhan sehari-hari kami sudah prepare setelah mendengar itu (wabah virus Corona) terjadi. Saya sendiri biasanya nemenin anak bos sekolah. Alhamdulillah, sekarang musim libur," ujar dia.

Wabah Corona juga membuat rencana mudik keluarga bosnya gagal. Sebelum isu tersebut merebak, tutur April, majikannya sempat berencana untuk mudik ke Beijing. Namun, setelah wabah itu muncul, agenda mudik ke Beijing tersebut terpaksa dibatalkan

"Cancel penerbangan, rencana mau mudik ke Beijing. Sementara Wuhan, tempat virus itu berasal tak terlalu jauh dengan Beijing. Bapak asli Beijing, ibu Sichuan, tapi bBos pilih tinggal di Sichuan, provinsi paling nyaman, baik tempat maupun cuaca," tutur April.

Wabah virus menakutkan itu juga memaksa April untuk lebih meningkatkan lagi kewaspadaan terhadap tugasnya. Memastikan anak bos dalam kondisi aman, menjadi fokus April saat ini.

"Saya sebagai baby sitter otomatis perhatian penuh kepada anak-anak. Semua mainan dibersihkan dengan desinfektan. Selalu cuci tangan mereka dengan sabun pembunuh kuman setelah pegang benda apapun," ungkap dia.

Kendati wabah virus Corona begitu ramai dibicarakan, tetapi April memastikan bahwa kondisinya saat ini di negari Panda tersebut baik-baik saja.

"Alhamdulillah baik-baik saja. Saya juga selalu menghubungi keluarga di Tanah Air bahwa saya baik-baik saja. Minta doanya dari semua agar kondisi ini segera berlalu," kata April.



(awd)

preload video