alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

37.985 Peserta Seleksi CPNS Pemprov Jabar Berebut 1.934 Kursi

Agung Bakti Sarasa
37.985 Peserta Seleksi CPNS Pemprov Jabar Berebut 1.934 Kursi
Sebanyak 37.985 peserta seleksi CPNS Pemprov Jabar akan bersaing merebut 1.934 jabatan. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Japri di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (23/1/2020). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG - Para peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Jawa Barat harus berjuang keras untuk meraih kursi yang tersedia.

Betapa tidak, jumlah peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) yang terdaftar sebanyak 37.985 orang, sementara formasi jabatan yang tersedia hanya 1.934 kursi.

Seluruh peserta akan bersaing dalam seleksi awal itu di Gedung Youth Center, Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, 29 Januari-8 Februari 2020 mendatang.



Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar, Tulus Arifan memaparkan, panita akan menyiapkan 720 komputer untuk pelaksanaan seleksi CPNS ini.

Para peserta wajib menyelesaikan soal-soal SKD yang jumlahnya mencapai 100 soal dalam waktu sekitar 90 menit. Soal yang diberikan meliputi tes intelegensia umum (TIU), tes wawasan kebangsaan (TWK), dan tes karakteristik pribadi (TKP).

"Semua ada standar nilainya," ungkap Tulus dalam kegiatan Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (23/1/2020).

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 24/2019 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2019, para pelamar dengan jalur formasi umum dan formasi khusus tenaga pengamanan siber (cyber security) harus melampaui passing grade sebesar 126 untuk TKP, 80 untuk TIU, dan 65 TWK.

Nilai ambang batas tersebut ditetapkan menyusul komposisi soal yang berubah dalam pelaksanaan seleksi CPNS tahun ini. Jumlah soal TWK yang semula 35 menjadi 30, soal TIU semula 30 menjadi 35, dan soal TKP tetap, yakni 35 soal.

Dalam kesempatan tersebut, Tulus juga mengingatkan seluruh peserta seleksi CPNS Pemprov Jabar bahwa pelaksanaan seleksi tidak dipungut biaya alias gratis.

"Kalau ada yang diminta bayaran itu salah. Hati-hati terhadap percaloan yang ada. Bahkan, ke saya pernah ada yang datang sudah dapat SK (surat keputusan), padahal ujiannya aja belum," ujarnya.

Tulus menambahkan, dalam seleksi CPNS Pemprov Jabar tahun ini, pihaknya juga menyiapkan formasi jabatan untuk peserta dari kalangan disabilitas sebesar 2 persen dari total formasi jabatan yang tersedia.

"Kuota untuk disabilitas formasinya ada 48, tapi yang mendaftar hanya 21. Artinya, ada 27 formasi yang tak diikuti peserta," sebutnya.

Meskipun jumlah peserta disabilitas yang mendaftar sedikit, kata Tulus, pihaknya tetap memberlakukan kuota khusus disabilitas sesuai dengan aturan yang berlaku.



(awd)

preload video