alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Harga Cabai di Karawang Meroket, Naik 100%

Nilakusuma
Harga Cabai di Karawang Meroket, Naik 100%
Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Karawang meroket. Kenaikan mencapai 100% dari harga normal. Foto/SINDOnews/Nilakusuma

KARAWANG - Hargai cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Karawang meroket tajam dengan kenaikan mencapai 100 persen dari harga normal.

Kenaikan ini diduga disebabkan oleh kegagalan panen petani cabai sehingga pasokan menurun tajam. Akibat kelangkaan ini pedagang harus berebut dengan pedagang lain untuk mendapatkan cabai rawit merah di Pasar Induk Cikopo, Purwakarta dan Pasar Induk Cibitung.

Seorang pedagang di Pasar Baru, Asep (49) mengatakan kenaikan hargai cabai merah dan cabai rawit merah terjadi sejak satu pekan kebelakang. Harga di Pasar Induk Cikopo Purwakarta sudah naik dan stok cabai terbatas.



Kenaikan harga cabai yang dijual pedagang pasar tradisional mencapai Rp70 ribu dari sebelumnya yang hanya Rp35 ribu untuk cabai rawit merah. Sedangkan harga cabai merah biasa mencapai Rp60 ribu dari sebelumnya Rp25 ribu.

"Mencari cabai merah atau cabai rawit merah untuk saat ini susah bukan main. Kalaupun kita bisa membeli jumlahnya tidak bisa sebanyak yang kita mau karena dibatasi. Ini karena stok cabai yang semakin sedikit akibat terjadi gagal panen ditingkat petani," kata Asep, Minggu (19/1/2020).

Hal yang sama juga dikatakan oleh Mukidi (50) pedagang sayuran di Pasar Johar mengatakan harga cabai merah naik karena ditingkat distributor sudah terjadi kenaikan dan juga kelangkaan.

Pedagang terpaksa harus membatasi pembelian karena stok terbatas. "Biasanya kami beli 100 kilogram. Sekarang paling banyak kami dapat 60 kilogram setiap hari," kata Mukidi.

Mukidi mengatakan meski terjadi kenaikan namun belum merugikan pedagang karena pembeli tidak terlalu terpengaruh dengan kenaikan itu.

"Pembeli hanya mengurangi jumlah pembelian yang tadinya beli 1 kilo menjadi setengah kilo," Masih lancar sih walaupun terjadi kenaikan paling hanya mengurangi jumlah pembelian dari biasanya," ujar dia.



(awd)

preload video