alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jelang Penentuan Bakal Calon Bupati, Manuver Parpol Semakin Menggeliat

Nilakusuma
Jelang Penentuan Bakal Calon Bupati, Manuver Parpol Semakin Menggeliat
Foto/SINDONews/Dok/Ilustrasi

KARAWANG - Suhu politik di Kabupaten Karawang menjelang pelaksanaan Pilkada 2020 mulai memanas dengan manuver sejumlah partai politik untuk mengusung jagonya maju menjadi calon bupati dan wakil bupati.

Berdasarkan hasil pemetaan sementara, terdapat tiga kubu yang saat ini sedang 'bertarung', yaitu kubu petahana Bupati Cellica dari Partai Demokrat, Golkar, dan Nasdem melawan Poros Perjuangan dari partai PDIP, Hanura, PBB dan PAN dan kubu Gerindra yang mengusung anak mantan bupati Karawang, Gina Swara.

Sedangkan PKS yang mengusung pengusaha Aep Syaepuloh dan PKB yang mengusung Wakil Bupati Ahmad Zamasyari masih mencari teman koalisi.



Petahana Cellica Nurachadiana mengatakan situasi politik masih dinamis dan bisa berubah setiap saat hingga pendaftaran bakal calon ke KPU. Oleh karena itu dia mengaku tidak akan terburu-buru untuk memilih calon wakil bupati yang akan mendampinginya.

"Tidak perlu terburu-buru santai aja. Kami lihat perkembangan ke depan kan masih lama waktunya. Yang terpenting itu kita harus memastikan dengan partai mana aja kita membangun koalisi baru menentukan siapa wakil bupatinya," kata Cellica, Kamis (16/1/2020).

Cellica mengaku sudah membangun komunikasi intensif dengan partai Nasdem dan juga Golkar untuk membangun koalisi. Tidak menutup kemungkinan berkomunikasi dengan partai lain seperti dari PKS atau partai lain yang bisa sejalan.

"Sama PKS kan kami sudah berkomunikasi, tinggal bagaimana kelanjutannya tunggu saja. Sama partai lainpun juga begitu seperti PDI atau Gerindra," katanya.

Partai PKS memang ngotot agar jagonya bisa mendampingi Cellica menjadi wakil bupatinya. Hanya saja Cellica hingga saat ini belum memutuskan dengan siapa akan berpasangan.

Belum mendapat kepastian dari Cellica akhirnya PKS secara tiba-tiba melakukan pertemuan dengan Gerindra di kantor PKS, Kamis (16/1) hari ini.

"Cuma silaturahmi saja karena pengurus Gerindra mengatakan mereka mendapat perintah DPP untuk merapat ke PKS karena kami masih diakuinya sebagai sahabat. Untuk masalah lain belum dibicarakan secara serius karena Gerindra sendiri belum mendapat kepastian siapa yang akan diusung nantinya," kata Cellica.

Sementara itu Ketua PKB yang juga Wakil Bupati Ahmad Zamaksyari terancam tidak mendapatkan teman koalisi jika Poros Perjuangan tetap solid untuk mengusung jagonya sendiri.

PKB hanya memiliki 7 kursi hingga harus mencari 3 kursi lagi untuk memenuhi persyaratan 10 kursi mendaftar ke KPU. Sampai saat ini Ahmad Zamaksyari secara intens mendekati Gerindra yang memiliki 8 kursi agar bisa berkoalisi.



(awd)