alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tak Capai Target, Kepala OPD Pemprov Jabar Bakal Digeser Tahun Ini

Agung Bakti Sarasa
Tak Capai Target, Kepala OPD Pemprov Jabar Bakal Digeser Tahun Ini
Gedung Sate merupakan Kantor Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Sekretariat Daerah (Setda) Pemprov Jabar. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi

BANDUNG - Para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jawa Barat dituntut bekerja lebih keras lagi untuk mencapai target yang telah ditetapkan agar jabatan yang diembannya tidak digeser menyusul evaluasi kepala OPD yang akan digelar tahun 2020 ini.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, tahun 2020 merupakan tahun akselerasi dan inovasi program-program pembangunan di Jabar. Oleh karenanya, dia meminta seluruh OPD mampu melakukan percepatan, termasuk inovasi dalam pelaksanaan program pembangunannya masing-masing.

Bahkan, Gubernur yang akrab disapa Emil itu mematok, seluruh kepala OPD di lingkungan Pemprov Jabar wajib memperlihatkan progres minimal 50 persen pelaksanaan program pembangunannya masing-masing.



"Tahun ini mah (tahun) akselerasi inovasi, jadi tidak ada launching-launching lagi. Tapi target minimal setengah dari yang saya mau semua harus tercapai, misalkan (program) Kredit Mesra harus naik sekian," tegas Emil seusai Rapat Pimpinan (Rapim) di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Jalan Rajiman, Kota Bandung, Selasa (14/1/2020).

Disinggung sanksi bagi kepala OPD bila tak mencapai target, Emil menyatakan bahwa para kepala OPD yang tak mampu mencapai target mau tak mau harus menerima konsekuensi atas jabatan yang diembannya. Terlebih, kata Emil, tahun ini, para kepala OPD akan menghadapi evaluasi karena sudah menjabat lebih dari satu tahun.

"Kalau tidak sanggup ya ada konsekuensi jabatan yang sudah dijadikan perjanjian. Kan sekarang esselon duanya akan direvisi (evaluasi), sudah (menjabat) setahun lebih," ujarnya.

Selain menuntut target pelaksanaan program pembangunan, Emil juga meminta para kepala OPD membuat program unggulan di tahun 2020 ini. Dengan begitu, semua OPD akan memiliki program prioritas.

"Minggu depan saya berikan koreksian (terhadap program-program OPD di 2020), setelah itu dikunci sebagai program-program unggulan dari Jawa Barat," katanya.

Tidak hanya itu, Emil juga meminta para kepala OPD meminta masukan dari insan pers terkait isu yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Emil menilai, insan pers lebih paham dan mengerti terkait isu yang berkembang di masyarakat.

"Kadang kadang kan suka gini, kata mereka kan penting, tapi kata masyarakat kan kurang, jadi gak nyambung. Merasa sudah kerja, tapi bahasanya terlalu bahasa teknokratis. Rakyat mah gak paham, nah itu saya (mau) sinkronkan," tandasnya.



(awd)