alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hujan Lebat Bakal Landa Bandung, Waspadai Lima Kawasan Rawan Banjir

Agus Warsudi
Hujan Lebat Bakal Landa Bandung, Waspadai Lima Kawasan Rawan Banjir
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi

BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Kota Bandung meramalkan Bandung Raya bakal diguyur hujan lebat dengan intensitas 50 milimeter (mm) per jam. Durasi hujan lebat pada puncak musim hujan yang terjadi selama Januari dan Februari 2020 tersebut berpotensi memicu bencana alam seperti banjir dan longsor.

Untuk menghadapi ancaman bencana alam dan menyiapkan antisipasinya, Polrestabes Bandung menggelar rapat koordinasi lintas sektor di Aula Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa (14/1/2020). Rapat tersebut dihadiri oleh BMKG Kota Bandung, Dinas PU Kota Bandung, Diskar PB Kota Bandung, dan Kodim 0618/BS Kota Bandung.

"Kami dari Polrestabes Bandung sesuai Perwal tentang pembentukan Organisasi Penanggulangan Bencana secara Bersama, saya sebagai wakil ketua 2 menindaklanjuti kesiapsiagaan penanggulangan bencana untuk di wilayah Kota Bandung dengan menggelar rakor lintas sektor," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema.



Dalam rakor tersebut, ujar Irman, pihaknya melihat dan mengevaluasi beberapa kerawanan bencana alam, baik itu banjir, kebakaran, tanah longsor, maupun yang lainnya. Hal yang mungjin terjadi tentunya harus antisipasi bersama secara sinergis. Polrestabes Bandung di-back up oleh Polda Jabar dan Sat Brimob Polda Jabar beserta instansi terkait merumuskan langkah-langkah jangka pendek untuk mengantisipasi bencana.

"Kami mendapatkan informasi juga terkait curah hujan. Memang hari ini keliatan agak cerah, karena pengaruh badai Claudia yang ada di Australia. BMKG menginformasikan kalau sudah selesai badainya, kemungkinan itu akan terjadi curah hujan di Kota Bandung kembali tinggi. Oleh karena itu, bilamana ada beberapa titik lokasi rawan banjir akan kami hadapi bersama bagaimana cara antisipasinya," ujar Irman.

Berdasarkan pemetaan Diskar PB Kota Bandung, tutur Irnan, terdapat lima kawasan rawan bencana banjir. Antara lain, Pagarsih, Gedebage, Pasteur, Rancasari, Padasuka atau Cicaheum. Kawasan ini dilintasi oleh aliran Sungai Citepus. Sedangkan kawasan rawan longsor berada di Kecamatan Cidadap karena kawasan dataran tinggi.

"Nanti juga ada upaya sosialisasi kepada masyarakat terutama di titik rawan banjir. Ini sedang dirumuskan oleh Kadiskar PB, supaya informasi kepada masyarakat lebih cepat. Diharapkan, kami bersama masyarakat dapat meminimalisir dampak bencana banjir yang bisa menimbulkan korban jiwa," tuturnya.

"Untuk saat ini di Kota Bandung memang fokusnya banjir, pohon tumbang, termasuk kebakaran di wilayah padat penduduk. Sehingga kami juga akan menginformasikan lagi melalui kapolsek untuk sosialisasi kepada masyarakat terkait kebakaran rumah yang bisa menjadi sebuah bencana," ungkap dia.

Irman mengatakan, untuk mengantisipasi bencana banjir, Polrestabes Bandung juga berkoordinasi dengan wilayah lain, terutama Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung. "Kota Bandung sebagai hilir bukan hulu. Hulunya ada di Bandung Barat. Jadi kami juga akan berkoordinasi dengan pemda di hulu," kata Irman.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemeliharaan dan Pengendalian Drainase dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandung Rd Deni Saputra mengatakan, untuk mengatasi bencana banjir pihaknya menyiapkan dua unit mobiil alat sedot air portabel, puluhan floating pump atau pompa apung yang bisa mobile, dan 12 rumah pompa.

"Genangan yang terjadi biasanya tidak lama. Dalam satu jam sudah surut. Tapi akalu genangannya lama, tim siap meluncur ke lokasi untuk menyedot air," kata Deni.



(zik)