alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Wabah DBD Mengancam, Pemkab Purwakarta Siapkan Antisipasi

Asep Supiandi
Wabah DBD Mengancam, Pemkab Purwakarta Siapkan Antisipasi
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran DBD. Inti langkah itu lebih kepada mendorong kesadaran masyarakat untuk berpola hidup sehat. Foto/Diskominfo Purwakarta

PURWAKARTA - Demam Berdarah Dungue (DBD) kembali mengancam kesehatan masyarakat Kabupaten Purwakarta pada musim hujan awal tahun ini.

Dalam tiga tahun terakhir kasus DBD di Purwakarta menunjukkan tren kenaikan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Purwakarta, kasus DBD pada 2017 mencapai 122.

Setahun kemudian atau 2018, meningkat menjadi 226 kasus dan meningkat tajam pada 2019. Antara Januari hingga September 2019 terdapat 492 kasus DBD menjangkiti warga Purwakarta.



Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Purwakarta, Meisera Pramayanti menjelaskan, penyakit DBD selama ini menjadi perhatian serius di jajarannya. Apalagi selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan.

"Dari pertengahan (September) sampai akhir tahun suspek DBD memang mengalami penurunan. Nah, sekarang datanya sedang kami rekap," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Purwakarta Bedi, Senin (13/1/2019).

Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, pihaknya menyadari wabah DBD menjadi masalah krusial. Sehingga pihaknya sedang menyiapkan berbagai langkah pencegahan.

"Perlu upaya efektif mencegah penyebaran DBD, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan meningkatkan pola bersih dan sehat," ujar Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika.

Anne menuturkan, penyebaran penyakit DBD tak hanya disebabkan faktor cuaca, melainkan juga karena pola hidup yang kurang sehat. Akibatnya, tubuh menjadi mudah terserang penyakit, termasuk DBD.

"Mari galakan lagi bebersih dan tingkatkan pola hidup bersih dan sehat. Pencegahan DBD tak cukup hanya fogging, sebab tak bisa membunuh sampai jentik," tutur Anne.



(awd)

preload video