alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gubernur Jabar Rotasi-Mutasi Ratusan Pejabat Struktural dan Fungsional

Agung Bakti Sarasa
Gubernur Jabar Rotasi-Mutasi Ratusan Pejabat Struktural dan Fungsional
Gubernur Jabar Ridwan Kamil melantik ratusan pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemprov Jabar di Gedung Sabuga, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jumat (10/1/2020). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan rotasi dan mutasi terhadap 674 pejabat struktural dan 90 pejabat fungsional sebagai penanda dimulainya reformasi birokrasi di lingkungan Pemprov Jabar.

Pelantikan ratusan pejabat struktural eselon III dan IV yang terdiri dari administrator, pengawas, dan fungsional tersebut dipusatkan di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jumat (10/1/2020).

Gubernur menyatakan, reformasi birokrasi dan penguatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merupakan fokus utamanya di tahun 2020 seiring rencana akselerasi dan penuntasan sejumlah program yang sudah berjalan di tahun sebelumnya.



"Tahun ini sudah kami putuskan sebagai tahun juara reformasi birokrasi. Artinya, semua urusan yang inovasi aturan fundamental itu hook-nya di 2020, nanti 2021 tinggal panen. 2019 menabur benih, 2020 mengakselerasi menyiapkan panen dan musim panennya 2021," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur yang akrab disapa Emil itu juga menegaskan bahwa jabatan yang diemban harus diniatkan untuk ibadah. Menurut dia, mereka yang diperbudak jabatan dengan tujuan mencari hal di luar kelaziman, dipastikan menjabat tanpa diniatkan untuk ibadah.

"Kedua, buat apa jabatan lencana PNS kalau tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jadikan jabatan itu untuk kebermanfaatan. Ketiga, semua ini sementara, jangan terlalu berpolitik, jangan memegang podium kekuasaan, jangan kasak-kusuk. Menggantungkan, menitipkan pada orang lain," tegasnya.

Emil juga menekankan, keputusan melakukan rotasi dan mutasi ini sudah melalui proses yang ketat, terukur dan tepat. Selain itu, pengisian jabatan pun mempertimbangkan penilaian lewat peer review, hasil kompetensi, dan penelusuran minat OPD.

"Saya ingatkan juga bahwa hadiah dari jabatan kita adalah rasa terima kasih dari rakyat Jabar yang merasakan hadirnya kita terasa pada kelancaran. Tidak boleh ada lagi kalimat buat apa gampang kalau bisa disusahkan, buat apa cepat kalau bisa dilambatkan," katanya.

Emil memastikan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi jabatan bagian dari dinamisasi proses penyegaran dan penyesuaian kebutuhan personel dalam organisasi birokrasi.

"Ini harus disikapi secara wajar dan hal biasa karena proses ini selalu ada selama kebutuhan dan situasi organisasi menghendakinya," imbuhnya.

Dalam arahannya pada para pejabat struktural, Emil menekan pentingnya reformasi birokrasi untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang memiliki kriteria dasar profesional, bersifat melayani, dan berintegritas.

"Menjadi pemimpin itu berat sekaligus mulia. Menjadi mulia jika bisa menjadi teladan, membawa perubahan, mampu mengakselerasi kemajuan, dan visioner membawa jalan keluar," tandas Emil.



(awd)

preload video