alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Soekarno Larang Rock and Roll, Gugum Gumbira Ciptakan Tari Jaipong

Agus Warsudi
Soekarno Larang Rock and Roll, Gugum Gumbira Ciptakan Tari Jaipong
Sang maestro tari Jaipong, Gugum Gumbira Tirasanjaya semasa hidup. Foto/Youtube

BANDUNG - Wikipedia mencatat perjalanan karier sang maestro Jaipong, Gugum Gumbira yang baru saja wafat pada Sabtu (4/1/2020) sekitar pukul 01.55 WIB. (BACA JUGA: Jabar Berduka, Maestro Jaipong Gugum Gumbira Wafat karena Sakit Jantung)

Perjalanan sang maestro itu berawal pada 1961, Presiden Soekarno melarang seni dan budaya barat, seperti musik rock and roll dan lainnya, tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Sikap dan kebijakan Soekarno itu mendorong para seniman Indonesia untuk menghidupkan kembali seni pribumi. Salah satunya Gugum Gumbira. Dia berkelana selama 12 tahun menyerap gerak seni tari tradisional yang masih hidup lestari di perdesaan.



Hasil "pengembaraan" Gugum adalah tari Jaipong. Tarian ini sangat populer pada era 80-an. Tak hanya di seantero Jawa Barat, tari Jaipong juga menjadi "demam" di daerah-daerah lain, seperti Bandar Lampung.

Tari Jaipong diciptakan Gugum dengan mengolaborasikan antara gerakan ketuk tilu, pencak silat, tari topeng. Diiringi musik wayang golek, terciptalah tarian Jaipong yang energik, indah, sekaligus sensual.

Album Jaipongan terpopuler adalah Tonggeret oleh Idjah Hadidjah dan Gugum Gumbira Jugala Orchestra yang dirilis pada 1987. Lewat Jugala Orchestra, Gugum banyak melahirkan album instrumen gamelan Sunda, drum, rebab dan suling, jaipongan, dan musik degung kontemporer..

Gugum menikah dengan Euis Komariah yang merupakan seorang pesinden. Dari pernikahan itu, Gugum dan Euis dikaruniai seorang putri, Mira Tejaningrum yang lahir pada 1969. Mira meneruskan jejak ayahnya sebagai penari dan koreografer sampai saat ini. Mira juga yang saat ini menghidupkan Jugala Orchestra.



(awd)

preload video