alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemkot Bandung Didorong Wadahi Kreator Muda Teknologi Informasi

Agung Bakti Sarasa
Pemkot Bandung Didorong Wadahi Kreator Muda Teknologi Informasi
Bandung Kolaborasi menggelar Fokus BDG sebagai ajang untuk menyerap berbagai aspirasi dan masukan dari berbagai elemen di Kota Bandung, Jumat (20/12/2019) malam. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG - Pemkot Bandung didorong untuk mewadahi para kreator muda yang bergerak di bidang teknologi informasi (TI), agar Kota Bandung benar-benar menjadi rumah bagi para ahli TI.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Forum Diskusi yang digelar Bandung Kolaborasi (Fokus BDG) bertajuk "Optimalisasi Peran Pemuda dalam Membangun Kota Bandung yang Nyaman, Unggul dan Sejahtera" di Bober Cafe, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jumat (20/12/2019) malam.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Bandung Batara Surya Kartika didampingi Bendahara Umum HIPMI Kota Bandung Fardi N Annafi mengatakan, Kota Bandung memiliki segudang kreator yang bergerak di bidang TI, namun mereka cenderung bergerak sendiri-sendiri.



Meski menjadi tempat lahirnya kreator-kreator TI andal, namun julukan Kota Bandung sebagai rumahnya para ahli TI belum sepenuhnya terwujud. Dia mencontohkan, banyak developer muda asal Bandung eksis di unicorn-unicorn Indonesia, bahkan luar negeri. Namun, perkembangan startup di Kota Bandung sendiri belum menonjol.

"Padahal Bandung ini core-nya unicorn Indonesia, Bandung itu technology power house. Nah, di sini peran pemerintah juga penting hadir," ujarnya.

Surya melanjutkan, peran yang dapat dilakukan Pemkot Bandung, di antaranya dengan ikut mempromosikan karya-karya kreator TI Kota Bandung dan merangkul komunitas-komunitasnya, agar ekosistem TI tumbuh dan berkembang.

"Pemerintah harus lebih aktif dalam upaya promosi. Pemkot bisa mencoba buat katalog aplikasi apa saja yang dibuat anak Bandung," imbuhnya.

Selain bidang TI, Surya juga menyebutkan, mengacu pada karakteristik Kota Bandung, sektor usaha lain yang bisa digarap anak-anak muda Kota Bandung, yakni industri kreatif lainnya dan jasa pariwisata. Kedua sektor usaha tersebut dinilai berpeluang besar dikembangkan di Kota Bandung.

Dalam kesempatan itu, dia juga menekankan, peran pemuda dalam pembangunan sangat penting, salah satunya dalam pertumbuhan ekonomi dengan mencetak banyak wirausahawan muda. Dengan semakin banyak anak muda menjadi pengusaha, lapangan kerja pun terbuka luas dan otomatis ekonomi pun tumbuh.

"Ke depan, Pemkot Bandung juga harus lebih aktif menjemput bola untuk update data spesifik terkait perkembangan usaha. Tidak hanya orangnya saja, namun dibedah juga usahanya, sehingga diperoleh data yang lebih detail dan spesifik," katanya.

Pihaknya pun mengapresiasi Fokus BDG yang menghadirkan sejumlah pembicara sebagai salah satu cara mendorong pembangunan ekonomi, khususnya bidang kewirausahaan. Sebab, kata dia, pembangunan bidang kewirausahaan membutuhkan keterlibatan semua pihak.

"Kita butuh forum diskusi antarstakeholder ini secara berkala untuk meng-update program pemerintah, asosiasi, dan pemahaman masyarakat Bandung dan kewirausahaan," pungkasnya.

Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Dadang Setiawan yang juga hadir dalam diskusi menyatakan, pihaknya akan berupaya mewadahi para kreator muda TI di Kota Bandung. Terlebih, kata dia, Kota Bandung memiliki program Bandung Smart City.

"Mereka akan diberdayakan untuk mengelola smart city, jadi otomatis para developer ini terwadahi. Peluang juga banyak, tidak hanya pemerintahan saja," katanya.

Dadang mengakui, sejauh ini, Pemkot Bandung memang belum melakukan pembinaan secara berkala terhadap kreator-kreator muda TI. Namun ke depan, pihaknya berjanji untuk melakukan pembinaan secara berkala.

"Pembinaan lebih lanjut memang belum, tapi ini jadi masukan buat kami ke depannya," katanya.

Sementara itu, Koordinator Bandung Kolaborasi, Ronny S Rochman mengungkapkan, Fokus BDG merupakan kegiatan yang efektif untuk menyerap seluruh aspirasi dan masukan positif dari berbagai elemen baik pemerintah, komunitas, organisasi kepemudaan, mahasiswa hingga pelajar di Kota Bandung.

"Kami meyakini bahwa Kota Bandung yang dipimpin oleh Mang Oded saat ini sangat mengerti dan memahami kebutuhan serta keinginan anak-anak muda dalam mengaktualisasikan peranannya," katanya.



(abs)

preload video