alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Musim Hujan Tiba, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Bencana

Komaruddin Bagja Arjawinangun
Musim Hujan Tiba, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Bencana
BMKG memprediksi, puncak musim hujan di Provinsi Jabar terjadi pada Maret 2020. BMKG mengimbau warga mewaspadai bencana. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews

BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan tahun 2019/2020 untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jateng akan didominasi mulai akhir November dan awal Desember.

Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Djatmiko mengatakan puncak musim hujan tahun 2019/2020 untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jateng Bali, NTB, NTT terjadi di bulan Februari 2020. Sedangkan untuk wilayah Jabar, DIY, Jatim, Sulawesi, Papua dan Kalimantan pada bulan Maret 2020.

Pihaknya pun meminta warga mewaspadai bencana yang menyertai saat musim hujan tiba. "Melakukan pengecekan dan pembersihan saluran air (drainase) untuk mengantisipasi kejadian genangan maupun banjir terutama daerah-daerah yang menjadi langganan seperti wilayah yang berada di daerah aliran kali/sungai, daerah cekungan maupun daerah pesisir," ujar Hary ketika dihubungi SINDOnews, Jumat 13 Desember 2019.



Kewaspadaan longsor terutama wilayah-wilayah yang berada di daerah dengan tingkat bergerakan tanahnya tinggi seperti perbukitan, lereng-lereng dan pegunungan.

"Bagi masyarakat yang sedang berkendara baik beroda dua maupun lebih waspada jalan licin dan jarak pandang yang terbatas diimbau untuk berlindung di bangunan yang kuat dan kokoh tidak disarankan berlindung di bawah pohon," lanjutnya.

Terkait dengan kilat/petir yang menyertai hujan perlu dilakukan pengecekan kelistrikan baik di rumah maupun bangunan yang lainnya. Dia mengimbau untuk berlindung di bangunan yang kuat dan kokoh tidak disarankan berlindung di bawah pohon untuk menghindari adanya sambaran petir.

Terkait dengan angin kencang yang menyertai hujan, warga bisa merapikan bagian pohon-pohon besar dan tinggi untuk mengurangi beban berat pada pohon tersebut.

"Melakukan pengecekan kualitas pohon (yang lapuk atau tidak). Melakukan pengecekan dan penguatan bagian atap dari bangunan semi permanen dan non permanen. Melakukan pengecekan dan penguatan bagian bangunan konstruksi seperti baliho, papan reklame dan lain-lain," jelasnya.

"Hal-hal tersebut di atas perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti hujan es, pohon tumbang dan lainnya," tutupnya.



(abs)