alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sesalkan Ekses Negatif Tamansari, Emil: Rumah Deret untuk Atasi Kekumuhan

Agung Bakti Sarasa
Sesalkan Ekses Negatif Tamansari, Emil: Rumah Deret untuk Atasi Kekumuhan
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Foto/SINDOnews/Dok

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyesalkan timbulnya ekses negatif dalam upaya penertiban lahan di kawasan Jalan Kebon Kembang RW 11, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Diketahui, penertiban lahan yang dilakukan oleh petugas gabungan dari Satpol PP Kota Bandung, Polrestabes Bandung, dan Kodim 0618/BS, Kamis 12 Desember 2019 itu, berakhir ricuh. Sejumlah petugas luka-luka dalam peristiwa itu. (BACA JUGA: Polisi Diserang Massa saat Bantu Pengamanan Penertiban Tamansari)

Gubernur yang akrab disapa Emil itu mengatakan, sebelum penertiban dilakukan, Wali Kota Bandung Oded M Danial sudah beritikad baik dengan menemui langsung warga terdampak dan memberikan solusi.



"Mereka akan diberi kontrakan satu tahun selama pembangunan (rumah deret) berlangsung. Seperti halnya mayoritas 176 warga yang sudah pindah sementara terlebih dahulu (ke Rusunawa Rancacili) untuk nanti balik lagi," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat (13/12/2019) malam.

Emil mengemukakan, program penataan kawasan kumuh Tamansari sudah diinisiasi Pemkot Bandung di bawah kepemimpinan Dada Rosada sejak 2007 silam atas program pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan Rakyat saat itu.

"Proses ini dilanjutkan finalisasinya oleh saya pribadi selaku wali kota (Bandung) terdahulu dan sekarang dieksekusi oleh Wali Kota (Bandung) Oded M Danial," ujar Emil.

Emil menuturkan, setelah pembangunan rumah deret selesai, warga penyewa lahan negara itu akan kembali ke kawasan milik Pemkot Bandung tersebut dan mendapatkan hak unit hunian yang lebih luas, lebih sehat, jauh dari kekumuhan, dan lebih manusiawi.

Menurut Emil, program yang dibiayai oleh APBD Kota Bandung ini bertujuan untuk menghadirkan unit hunian yang lebih sehat, lebih manusiawi, dan lebih banyak.

Sehingga, memberi kesempatan bagi warga Kota Bandung lainnya yang masih tinggal di kawasan kumuh untuk bisa tinggal di Tamansari dengan harga terjangkau. "Sungguh niat yang sesungguhnya prorakyat kecil," tutur Gubernur.

Emil juga mengatakan, dialog demi demi dialog sudah dilakukan dan hasilnya 90 persen atau 176 warga dari total 198 warga kawasan Jalan Kebun Kembang RW 11, Tamansari itu setuju dan mendukung karena mereka paham bahwa akan kembali lagi ke tempat masa kecil mereka itu. "Karenanya, kelompok 90 persen alias silent majority ini bersedia pindah sementara dan tidak mempermasalahkan," tutur Emil.

Namun, ungkap Emil, ada 15 kepala keluarga (KK) atau 10 persen yang keukeuh tidak mau dengan berbagai alasan. Keberatan warga yang 10 persen ini sudah difasilitasi oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk mediasi dengan Pemkot Bandung dan dipersilakan menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Hasilnya, oleh PTUN gugatannya tidak diterima.

"Kami menyesalkan jika adanya ekses negatif dari penertiban ini, semoga di kemudian hari semua pihak bisa menahan diri dan menggunakan cara-cara yang sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku. Insya Allah Wali Kota Bandung akan memberikan solusi terbaik untuk warganya," ungkap dia. (BACA JUGA: Ini Kronologi Penertiban Lahan di Tamansari Bandung)

"Semoga kronologis ini bisa melengkapi hal ihwal terkait program pengentasan kekumuhan kota yang ada di kawasan Tamansari Bandung. Hatur Nuhun," pungkas Emil.



(awd)