alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polisi Diserang Massa saat Bantu Pengamanan Penertiban Tamansari

Agus Warsudi
Polisi Diserang Massa saat Bantu Pengamanan Penertiban Tamansari
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema saat jumpa pers terkait ricuh penertiban bangunan liar di Tamansari. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi

BANDUNG - Personel Polrestabes Bandung yang melakukan pengamanan penertiban permukiman liar di RW 11, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Kamis 12 Desember 2019, merupakan bantuan yang diminta oleh Satuan Polisi Pramong Praja (PP) Kota Bandung.

Namun dalam pelaksanaannya, ada kelompok massa yang melakukan tindakan anarkistis terhadap petugas Satpol PP Kota Bandung sebagai pelaksana penertiban.

Massa melempari petugas menggunakan batu. Selain itu, massa juga membakar sebuah rumah di kawasan itu. Lantaran tindakan massa semakin membahayakan keselamatan petugas Satpol PP, maka petugas dari Polrestabes Bandung melakukan tindakan hukum untuk meredam aksi anarkistis tersebut dan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kembali kondusif.



Pernyataan itu disampaikan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema didampingi Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Kepala DPKP3 Kota Bandung Dadang Darmawan, dan Kasatpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi saat jumpa pers di Mapolrestabes Bandung, (13/12/2019) malam.

Irman mengatakan, pihaknya menerima surat permohonan bantuan dari Satpol PP Kota Bandung dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung untuk membantu kegiatan penertiban rumah deret Tamansari.

Atas dasar permintaan itu dan tugas pokok Polri melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat dengan menjaga kamtibmas agar tetap kondusif, maka Polrestabes Bandung melakukan analisa intelijen terhadap situasi yang ada.

"Sebab kami melihat ada potensi kerawanan konflik sosial. Karena itu, kami juga meminta bantuan dari TNI dalam hal ini Kodim ((Kodim 0618/Berdiri Sendiri (BS) Kota Bandung)," kata Irman.

Sebelum penertiban dilaksanakan, ujar Irman, Polrestabes Bandung, Satpol PP, DPKP3 Kota Bandung, dan Kodim 0618/BS melakukan rapat koordinasi. Bahkan dilakukan pula rapat tactical wall game (TWG) pada pagi hari sebelum berangkat ke lokasi penertiban.

Saat pelaksanaan penertiban, ujar Kapolrestabes, petugas Kepolisian, berada di belakang Satpol PP Kota Bandung yang merupakan leading sector kegiatan itu.

Mulai pagi hingga siang hari selepas Zuhur, saat pengamanan kegiatan penertiban dilaksanakan, situasi kamtibmas di Tamansari masih kondusif. Namun menjelang sore hari, terlihat ekskaalasi massa yang sebagian besar remaja, entah berasal dari mana, meningkat di lokasi penertiban.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menjadi sasaran pelemparan batu oleh massa yang dipastikan bukan warga Tamansari. Di tengah situasi itu, personel kepolisian pun langsung membantu Satpol PP untuk mengatasi situasi.

Petugas Satpol PP akhirnya mundur karena mereka tak dilengkapi alat pengamanan, seperti tameng dan lain-lain. Kemudian, petugas Polrestabes Bandung berusaha mengendalikan situasi.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polrestabes Bandung AKBP Widodo berkali-kali memberikan imbauan menggunakan pengeras suara kepada massa agar tidak melakukan pelemparan dan tindakan anarkistis lainnya.

Namun imbauan tersebut tidak diindahkan sama sekali. Bahkan massa penyerang semakin brutal melempari petugas kepolisian dengan batu.

Akhirnya, tindakan tegas dan terukur pun dilakukan petugas Polrestabes Bandung dengan mengamankan 25 remaja yang terlibat pelemparan.

"Petugas Satpol PP mundur karena mereka tak dilengkapi pengaman, sehingga kami (polisi) berada di depan. Karena ada perlawanan, kami mengamankan 25 orang yang melakukan pelemparan," kata Kapolres.

Lantaran terjadi kericuhan, upaya penertiban bangunan liar di Tamansari dihentikan sementara. Penertiban kembali dilanjutkan dan hingga malam, berlangsung secara kondusif.

Dari 25 orang yang diamankan, lima di antaranya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dua dari lima orang itu diperiksa intensif penyidik Satnarkoba Polrestabes Bandung karena saat dilakukan tes urin, mereka terindikasi menggunakan zat-zat adiktif. Namun hal itu pun masih perlu didalami dengan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kemudian tiga orang lainnya diperiksa Satreskrim Polrestabs Bandung karena mereka membawa senjata tajam. Sementara sisanya, 20 orang hanya didata dan diminta menandatangani surat perjanjian lalu dikembalikan ke orang tua masing-masing," ujar Irman.

Irman menuturkan, akibat pelemparan batu oleh massa anarkistis, satu petugas kepolisian dan tujuh petugas Satpol PP Kota Bandung terluka. Bahkan satu dari tujuh petugas Satpol PP dirawat di rumah sakit akibat luka parah di kepala bagian belakang setelah terkena lemparan batu.

"Terkait pembakaran rumah, ini masih diselidiki oleh Satreskrim Polrestabes Bandung untuk mengetahui siapa pelakunya," tandas Irman.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, terkait dengan video aksi pemukulan oleh oknum petugas kepolisian terhadap sejumlah pemuda yang melempari petugas dengan batu, Polda Jabar melakukan langkah penegakkan hukum dengan menurunkan tim dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).

"Kapolda Jabar (Irjen Pol Rudy Sufahriadi) telah memerintahkan untuk memproses anggota yang diduga melakukan pelanggaran. Kami (Polda Jabar) akan melakukan tindakan tegas jika petugas terbukti tidak disiplin atau melakukan pelanggaran," kata Truno di tempat sama.

Truno menambahkan, massa yang melakukan perlawanan dan menyerang petugas saat penertiban bangunan liar di kawasan Tamansari berlangsung, dipastikan bukan warga setempat. Mereka datang entah dengan maksud dan tujuan apa hingga melempari petugas dengan batu yang menyebabkan sejumlah petugas terluka.

"Dari 25 orang yang diamankan juga tidak ada satupun warga setempat yang terdampak langsung penertiban itu," tandas Truno.



(awd)