alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jalan Ria-Alun-alun Cimahi Ditarget Bersih dari PKL pada 20 Desember 2019

Adi Haryanto
Jalan Ria-Alun-alun Cimahi Ditarget Bersih dari PKL pada 20 Desember 2019
Kawasan Jalan Ria yang berdekatan dengan Alun-alun Kota Cimahi menjadi zona terlarang (zona merah) dan harus steril dari PKL terhitung mulai 20 Desember 2019. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

CIMAHI - Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-alun Cimahi diminta tidak lagi berdagang di zona terlarang terhitung sejak 20 Desember 2019 mendatang.

Kawasan terlarang untuk berjualan dan harus steril dari PKL antara lain, Jalan Djulaeha Karmita, Ria, dan Alun-alun Kota Cimahi.

"Kami sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada para PKL yang ada di kawasan Alun-alun Cimahi untuk tidak berdagang di zona terlarang. Aturan itu akan mulai diberlakukan pada 20 Desember 2019," kata Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi Totong Solehudin kepada wartawan, Jumat (13/12/2019).



Pemberian surat tersebut merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) awal penertiban PKL. Pihaknya tetap menempuh prosedur aturan dengan memberi jeda waktu dan tidak langsung melakukan penertiban, tapi bertahap mulai dari pemberitahuan dengan surat.

Hal itu sebagai bagian dari sosialisasi kepada para PKL agar ketika aturan ini berlaku atau kalaupun ada penertiban tidak ada alasan bahwa mereka tidak tahu.

Sambil menunggu penertiban PKL, ujar Totong, koordinasi dilakukan dengan Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin). Itu diperlukan kaitannya dengan menyiapkan tempat relokasi yang dibagi dalam dua zona, yakni zona hijau dan zona kuning.

Zona hijau merupakan zona bebas berjualan untuk PKL yang disiapkan oleh pemerintah. Sedangkan zona kuning yakni zona terlarang berjualan, namun diperbolehkan dipakai pada waktu-waktu tertentu.

"Zona hijau lokasinya ada di Pasar Atas Baru (PAB), tapi memang terbatas. Makanya disiapkan juga alternatif zona kuning. Itu boleh digunakan berdagang, tapi ada syarat waktunya," ujar dia.

Terkait jumlah PKL yang bakal direlokasi, Totong belum bisa menyebutkan angka karena mengantisipasi munculnya PKL baru. Sementara penertiban difokuskan terlebih dahulu terhadap PKL di kawasan Alun-alun Kota Cimahi, termasuk juga tempat parkir liar. "Bertahap dulu, sekarang yang di Alun-alun. Kalau semua sekaligus kan harus dipikirkan tempat relokasinya," tutur Totong.

Salah seorang PKL di Jalan Ria, Asril (63) mengakui sudah menerima surat dari Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi dua hari lalu untuk membongkar lapaknya.

Dia yang sudah berjualan selama 12 tahun di atas trotoar di kawasan itu tak bisa berbuat banyak dan akan patuh menuruti instruksi petugas. Namun pedagang kaos kaki dan sepatu itu masih kebingungan mencari lapak baru untuk berjualan.

"Informasinya akan dipindahkan ke Pasar Atas Baru tapi khawatir penghasilan menurun jika dipindahkan ke sana. Kalau di sini kan omsetnya bisa Rp700.000/hari dari sepatu dan kaos kaki," pungkas dia.



(awd)