alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Protes Sikap Pemda KBB, Warga Sindangkerta Sulap Jalan Jadi Kebun Pisang

Adi Haryanto
Protes Sikap Pemda KBB, Warga Sindangkerta Sulap Jalan Jadi Kebun Pisang
Warga menggelar aksi tanam pohon pisang di jalan rusak dan berlubang di Kampung Peusing, Malaka, dan Cibungur, Desa/Kecamatan Sindangkerta, KBB, Kamis (12/12/2019). Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

BANDUNG BARAT - Kesal akibat jalan di wilayah mereka tidak kunjung diperbaiki, warga Kampung Peusing dan Kampung Malaka, Desa dan Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), nekat menyulap jalan umum jadi kebun pisang.

Di tengah jalan rusak berstatus jalan kabupaten itu, warga menanam puluhan batang pohon pisang. Tidak hanya itu warga juga menuliskan kalimat yang menjadi ungkapan kekesalan akibat minimnya perhatian dari Pemda KBB.

Beberapa tulisan yang dibuat dan digantungkan di pohon pisang seperti, "Kemana Pemimpin Kami"; "Apakah Pemimpin Kami Pura-pura Buta dan Tuli"; "Kami Butuh Pemimpin yang Amanah"; "Jalan Terbengkalai Sudah Empat Periode"; "Bukankah Jadi Pemimpin Itu Harus Amanah"; dan lain-lain. Aksi tanam pohon pisang di tengah jalan rusak sebagai bentuk protes ini sudah berlangsung sejak Rabu (11/12/2019).



Salah seorang warga, Didin (30) mengaku selama ini banyak warga yang mengeluh soal rusaknya jalan tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah segera memperbaiki jalan yang kondisinya berlubang sepanjang 500 meter tersebut, karena banyak kejadian warga terjatuh saat naik motor.

Awalnya jalan itu sering dilewati truk tambang, tapi kini sudah lama tambang itu tidak aktif. "Banyak warga yang kecewa dan menuntut pemerintah segera memperbaiki jalan ini, karena sudah lama juga tidak diperbaiki," kata Didin.

Warga lainnya, Saiful Rachman mengatakan, sejak dirinya masih kuliah pada tahun 2009 jalan tersebut sudah rusak. Ironisnya sampai sekarang jalan tersebut seperti yang tidak pernah tersentuh perbaikan. Itu yang memicu pada akhirnya warga menumpahkan kekesalannya dengan melakukan aksi kreatif menanam pohon pisang di jalan yang rusak.

"Ya wajar jika akhirnya warga kesal dan kecewa, karena sudah terlalu lama jalan itu tidak tersentuh perbaikan. Dari sejak saya masih kuliah tahun 2009 sampai sekarang sudah bekerja dan berkeluarga kondisinya masih sama, bahkan lebih parah," keluh Syaiful.

Perwakilan BPD Wilayah Dusun 2 Desa Sindangkerta Arif Rahman menyebutkan atas munculnya aksi tanam pohon pisang di jalan dilakukan rapat koordinasi antara BPD dan pemerintah Desa Sindangkerta.

Hasilnya jalan penghubung Malaka-Majelis secara legalitas status jalan tersebut adalah jalan kabupaten. Jalan rusak itu berada di wilayah Dusun 2 Kampung Cibungur RT 03/02 yang panjangnya kurang lebih 500 meter dengan lebar 5 meter.

"Aksi menanam pohon itu sebagai demo idiologi secara kreatif dan santun yaitu dengan menanam pohon pisang di bagian jalan yang berlubang," ujar Arif



(awd)