alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

1.074 Pondok Pesantren di Jabar Bakal Pamer Produk di Gedung Sate

Agung Bakti Sarasa
1.074 Pondok Pesantren di Jabar Bakal Pamer Produk di Gedung Sate
Kepala UPTD P3W Dinas KUK Jabar Deni Handoyo memaparkan rencana kegiatan Gelar Produk OPOP dalam konferensi pers di de Braga by Artotel Bandung, Jalan Braga, Kota Bandung, Kamis (12/12/2019). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG - Sebanyak 1.074 pondok pesantren (ponpes) se-Provinsi Jawa Barat bakal memamerkan produknya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu 14 Desember 2019 mendatang.

Kegiatan bertajuk Gelar Produk One Pesantren One Product (OPOP) tersebut sekaligus menjadi rangkaian akhir pelaksanaan program OPOP tahun ini. Melalui kegiatan tersebut, produk-produk yang dihasilkan ponpes diharapkan bisa diterima oleh masyarakat luas.

Diketahui, program OPOP sendiri merupakan salah satu program unggulan yang diusung Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Program pemberdayaan ponpes tersebut bertujuan untuk memberikan nilai lebih terhadap keberadaan ponpes, terutama dari sisi ekonomi.



Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan dan Pelatihan Per Perkoperasian dan Wirausaha (P3W) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar, Deni Handoyo mengatakan, sejak program OPOP bergulir, sudah banyak ponpes menghasilkan produk. Bahkan, di antaranya sudah dipromosikan hingga pasar mancanegara.

Beragam produk yang bakal dipamerkan tersebut, di antaranya produk kuliner, fashion, pertanian, peternakan, perikanan, dan lainnya. Lewat Gelar Produk OPOP, pihaknya berharap, berbagai produk yang dihasilkan ponpes bisa diterima masyarakat luas.

"Hadirnya Gelar Produk OPOP juga diharapkan membuka mata publik bahwa program OPOP benar-benar berjalan," ujar Deni dalam konferensi pers Gelar Produk OPOP di de Braga by Artotel Bandung, Jalan Braga, Kota Bandung, Kamis (12/12/2019).

Selain Gelar Produk OPOP yang rencananya bakal dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, pihaknya juga akan menggelar Temu Bisnis di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Minggu 15 Desember 2019. Temu Bisnis bertujuan untuk mencari celah-celah bisnis sekaligus peluang pengembangan bisnis produk yang dihasilkan ponpes. "Kami menghadirkan buyer-buyer yang akan menjadi market dari produk-produk pesantren tersebut. Skalanya tidak hanya nasional, tapi internasional," ujar dia.

Pesantren Didorong Mandiri dan Berdaya Saing
Lebih lanjut Deni mengatakan, program OPOP atau disebut juga Pesantren Juara ini sudah memiliki payung hukum berupa Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 24 Tahun 2019 tentang One Pesantren One Product. Melalui program OPOP, kata Deni, setiap ponpes diharapkan menjadi mandiri dan Berdaya saing lewat produk-produk yang dihasilkannya.

Tidak hanya itu, melalui program OPOP, pengentasan kemiskinan diharapkan bisa terwujud. Sebab, program pemberdayaan ponpes tersebut bertujuan untuk meningkatkan aktivitas perekonomian di lingkungan ponpes yang diharapkan memberikan dampak ekonomis bagi warga ponpes dan sekitarnya.

Lewat program OPOP, pihaknya memberikan berbagai dukungan, seperti pelatihan dan pendampingan usaha hingga pemberian stimulus permodalan. Deni menyebutkan, nilai bantuan stimulus permodalan yang digelontorkan untuk program OPOP tahun ini mencapai Rp50 miliar.

"Dalam pendampingan, kami mengutus dua sampai tiga sarjana untuk satu kabupaten/kota, mereka bertugas untuk memantau perkembangan usaha pesantren. Sementara untuk bantuan modal usaha mencapai Rp 50 miliar untuk 1.074 ponpes," sebutnya.

Deni menambahkan, program OPOP sendiri akan berjalan selama 5 tahun. Setiap tahunnya, diharapkan ada 1.000 pesantren yang mengikuti kegiatan OPOP. Sehingga, dalam kurun 5 tahun kepemimpinan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, akan tercapai 5.000 pesantren yang mandiri, terutama di bidang ekonomi.

Ketua Koperasi Pesantren (Konten Daarut Tauhid (DT) Bandung Peri Risnandar mengatakan, Kopontren DT Bandung menjadi salah satu Kopontren yang membina ponpes peserta program OPOP. Pihaknya memberikan berbagai pembekalan, agar masing-masing ponpes bisa memiliki produk dan mengembangkan bisnis produk.

Selain Kopontren DT Bandung, ada empat pesantren lain yang jadi 'mentor' dalam program OPOP, yaitu Koperasi Pesantren Al Ittifaq (Kabupaten Bandung), Koperasi Husnul Khotimah (Kuningan), Koperasi Al-Idrisiyah (Tasikmalaya), dan Koperasi Pesantren Nurul Iman (Bogor).

Peri mengakui, ponpes berpeluang besar dalam pengembangan bisnis demi kesejahteraan dan kemandirian ponpes. Dia mencontohkan, Kopontrennya mendapatkan peluang kerja sama dengan sejumlah negara saat mengikuti Halal Expo di Turki, di antaranya Jordania, Serbia dan Nigeria.

“Ada perusahaan teavel dari Jordania. Sangat tertarik datang membuat paket halal. Serbia kebutuhan 10 ribu tas gendong. Nigeria ngajak pasaran produk kita di sana," kata Peri.

Menurut dia, saat ini, Kopontren DT beromset Rp25 miliar per tahun. Penghasilan tersebut berasal dari berbagai lini usaha di ponpes pimpinan Abadullah Gymnastiar (Aa Gym) itu. "Kalau untuk koperasi sendiri Rp25 miliar. Kalau secara keseluruhan, saya kurang tau," ujar dia.

Peri pun mengapresiasi program OPOP yang digulirkan Pemprov Jabar. Menurutnya, program tersebut dapat membuka pandangan masyarakat tentang dunia ponpes. Sebab, kini pesantren sudah banyak yang memiliki kemajuan. Bahkan, banyak pesantren yang memiliki sektor bisnis.

"Ini bisa memperlihatkan kepada masyarakat bahwa sebetulnya potensi pondok pesantren itu gak hanya dari sisi dakwah dan sosial, tapi ada potensi ekonominya," tutur Peri.

Masih di tempat yang sama, pengamat kewirausahaan sekaligus dosen SBM ITB Wawan Dhewanto mengatakan, OPOP adalah program inovatif. Sebab, melalui OPOP, pesantren dibina dan difasilitasi agar bisa mandiri dan memiliki daya saing ekonomi.

"Saya melihat OPOP ini satu program yang inovatif karena secara umum pondok pesantren adalah lembaga pendidikan dan pengajaran agama. Tapi, ketika bisa masuk ke arah ekonomi, itu sebuah pendekatan yang out of the box, sesuatu yang inovatif," kata Wawan.



(awd)