alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bea Cukai Jabar Bakar Barang Sitaan Senilai Rp3,2 Miliar

Agung Bakti Sarasa
Bea Cukai Jabar Bakar Barang Sitaan Senilai Rp3,2 Miliar
Kanwil DJBC Jabar memusnahkan BMN senilai lebih dari Rp3,2 miliar di halaman Kantor DJBC Jabar, Rabu (11/12/2019). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG - BANDUNG - Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat memusnahkan barang sitaan senilai Rp3,2 miliar dengan konsep Go Green yang ramah lingkungan melalui fasilitas incenerator bersuhu sekitar 2.000 derajat celsius.

Barang milik negara (BMN) yang disita tersebut merupakan hasil penindakan yang dilakukan Kanwil DJBC Jabar sepanjang 2017 hingga 2018 atas pelanggaran terhadap Undang-Undang (UU) Kepabeanan dan UU Cukai.

Kepala Kanwil DJBC Jabar Saifullah Nasution mengatakan, pemusnahan BMN lewat konsep Go Green tersebut dilakukan dengan metode 01 processing yang merupakan metode pengelolaan limbah yang paling ramah lingkungan.



"Metode itu menggunakan teknologi incinerator (tanur semen) bersuhu tinggi sampai dengan 2.000 derajat celsius dan stabil, sehingga dapat memusnahkan Iimbah tanpa meninggalkan residu apapun," kata Saifullah dalam kegiatan pemusnahan BMN tersebut secara simbolis di halaman kantornya, Jalan Surapati, Kota Bandung, Rabu (11/12/2019).

Dalam pemusnahan BMN Go Green tersebut, pihaknya menggandeng PT Solusi Bangung Indonesia, Tbk (Semen Indonesia Group) yang memiliki fasilitas pemusnahan tersebut di Narogong, Kabupaten Bogor. Pemusnahan tersebut disiarkan secara langsung dari lokasi pemusnahan sebagai bukti transparansi.

"Metode ini dapat memusnahkan Iimbah tanpa meninggalkan residu apa pun sesuai tujuannya untuk menghilangkan sifat dan fungsi awal barang, sehingga tidak lagi memiliki nilai ekonomis," katanya.

Saifullah melanjutkan, kegiatan pemusnahan sendiri dilakukan menyusul penetapan pemusnahan terhadap BMN tersebut oleh Menteri Keuangan sesuai dengan Surat Direktur PKNSI Nomor: S-219/MK.6/KN.5/2019 tangga1 10 Juni 2019 hal Persetujuan Pemusnahan Barang Milik Negara.

Adapun BMN yang dimusnahkan tersebut, yakni pakaian bekas sebanyak 483 ball atau seberat 45,7 ton yang nilainya diperkirakan mencapai Rp1.062.600.000‚ minuman mengandung etil alkohol (MMEA) 3.558 botol atau setara 2.294.541 ml yang nilainya diperkirakan sebesar Rp2.047.046.750, dan hasil tembakau berupa tembakau iris (TIS) sebanyak 103.885 gram dengan nilai perkiraan barang Rp10.626.500.

Selain itu, hasil tembakau berupa sigaret dan cerutu sebanyak 54.636 batang dengan perkiraan nilai barang Rp73.221.500 dan hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) berupa e-liquid/vape sebanyak 253 botol atau 13.670 ml yang nilainya diperkirakan Rp37.908.000.

"Keseluruhan nilai barang sebesar Rp3.231.495.250 dengan perkiraan nilai cukai yang tidak terpungut oleh negara sebesar Rp1.508.356.045," ujar Saifullah.

Sementara potensi kerugian immaterial Iainnya yang lebih besar dan tidak dapat diperhitungkan, kata Saifullah, yakni timbulnya dampak negatif pada kehidupan sosial masyarakat dengan munculnya berbagai tindak kriminal akibat peredaran minuman mengandung etil alkohol.

Selain itu, ancaman kesehatan masyarakat atas beredarnya pakaian bekas eks-impor mengingat impodasi pakaian bekas secara nyata telah dilarang berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51IM-DAG/PER/7I201S tentang Larangan lmpor Pakaian Bekas

"Aturan tersebut untuk kepentingan nasional dan melindungi kesehatan dan keselamatan manusia, hewan, ikan‚ tumbuhan, dan lingkungan hidup dari kandungan bibit penyakit yang membahayakan yang mungkin akan ditimbulkan oleh peredaran pakaian bekas tersebut," tutur dia.

Selain dimusnahkan, BMN hasil penindakan di bidang kepabeanan dan cukai yang berhasil diselesaikan penanganan perkaranya oleh Kanwil DJBC Jabar, terdapat pula BMN yang telah ditetapkan untuk dilelang dan ditetapkan status penggunaannya pada instansi terkait, di antaranya kendaraan bermotor roda dua berbagai merek, seperti Harley Davidson dan Ducati.

Menurut dia, penindakan dan penanganan perkara motor gede (moge) illegal tersebut berkat sinergitas antara Kanwil DJBC Jabar dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jabar atas peredaran moge illegal di wilayah Jabar.

"Dari hasil penindakan tersebut, beberapa moge di antaraya telah berhasil dilelang pada bulan September lalu oleh Kanwil DJBC Jawa Barat bersama dengan KPKNL Bandung," katanya.

Pada kesempatan tersebut, secara simbolik juga dilakukan serah terima BMN berupa kendaraan bermotor roda due (moge) merek Harley Davidson kepada Kejaksaan Agung RI c.q. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar yang telah ditetapkan status pengguna BMN pada Kejaksan Agung RI oleh Menteri Keuangan.



(awd)