alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gelar Job Fair, Disnakertrans Jabar Buka 1.318 Lowongan Kerja

Arif Budianto
Gelar Job Fair, Disnakertrans Jabar Buka 1.318 Lowongan Kerja
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jabar M Ade Afriandi saat pembukaan job fair, Rabu (11/12/2019). Foto/SINDOnews/Arif Budianto

BANDUNG - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat menggelar job fair di Halaman Kantor Disnakertrans Provinsi Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. Job fair digelar dua hari, 11-12 Desember 2019.

Job fair kali ini diikuti 35 perusahaan lokal dan nasional. Jumlah pekerjaan yang bakal dibuka mencapai 1.318 lowongan pekerjaan untuk 119 jabatan. Ribuan lowongan pekerjaan itu berasal dari 10 bidang usaha. Lowongan pekerjaan dibuka bagi lulusan tingkat SMP hingga S1 berbagai jurusan.

Diketahui, survei Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat merilis angka ketenagakerjaan per Agustus 2019. Angkatan kerja di Jabar mencapai 23,8 juta orang. Daur jumlah itu, 21,9 juta orang telah bekerja dan 1,9 juta menganggur.



Menurut Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jabar M Ade Afriandi, masih adanya angka pengangguran di Jabar menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Ada saatnya pengangguran di Jabar turun pada awal 2019. Tetapi pada November 2019, pengangguran kembali naik.

"Tapi kita harus tahu, penduduk Jabar 20% dari nasional. Tingkat upah di Jabar pun sangat tinggi, misalnya di Karawang yang mencapai Rp4,59 juta. Industri di Jabar pun beragam, berbeda dengan provinsi lain. Artinya banyak faktor penyebab fluktuasi pengangguran ini," kata dia saat pembukaan job fair, Rabu (11/12/2019).

Kendati begitu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berusaha angka pengangguran dapat ditekan. Misalnya, membuat skema agar sekat antara lukisan pendidikan dengan industri tidak terlalu besar.

"Kami ingin jangan lagi ada gap. Caranya, kami persiapkan balai latihan kerja, dengan merevitalisasi BLK. Karena lulusan BLK yang terserap industri hanya 30%. Ini menjadi tantangan kira ke depan," beber dia.

Beberapa rencana aksi yang dilakukan Disnakertrans antara lain mengubah mindset aparatur negara di lingkungan pemerintahan. Targetnya, membuat inovasi baru, menyesuaikan kebutuhan zaman.

Kemudian membuat Smart Nakertrans, yang target utamanya membuat data ketenagakerjaan di Jabar. Kemudian program Jabar Migran Service Center. Artinya, semua peluang di luar negeri akan dimanfaatkan secara tersentral.

"Job fair ke depan juga tidak akan bertatap muka langsung. Pencari kerja nanti tinggal memanfaatkan handphone. Job fair digelar secara online dan bisa jadi digelar setiap hari."



(zik)