alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Puluhan Rumah di Bantaran Sungai Cibeet Terancam Longsor

Nilakusuma
Puluhan Rumah di Bantaran Sungai Cibeet Terancam Longsor
Bantaran Sungai Cibeet di Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe tergerus arus air hingga mengakibatkan longsor. Foto/SINDOnews/Nilakusuma

KARAWANG - Warga yang tinggal di tepi bantaran Sungai Cibeet, Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat terancam longsor akibat abrasi.

Mereka khawatir, abrasi semakin parah saat memasuki musim penghujan tahun ini. Apalagi, setiap musim hujan selalu saja ada rumah warga yang ambruk akibat abrasi di bibir sungai.

"Musibah longsor itu sudah dialami warga kami selama 14 tahun di dua dusun saat musim hujan datang. Dalam catatan kami selama itu musibah longsor yang kami alami ini sudah 20 rumah warga yang ambruk. Kami harapkan pemerintah bisa memberikan solusi agar ancaman longsor tidak setiap tahun kami alami," kata Sekretaris Desa Mekarmulya Yusuf Tonjuri, Selasa (10/12/2019).



Menurut Yusuf, setiap musim penghujan arus sungai Cibeet terus menggerus pinggiran tanah di Dusun Mujiah dan Dusun Lewisisir yang berada dibibir sungai.

Akibatnya bukan hanya rumah warga yang ambruk, namun juga lahan didesa tersebut ikut hilang sejauh 500 meter dalam 14 tahun musibah longsor. "Kalau dibiarkan lama-lama bisa habis rumah warga dan juga lahan desa di pinggir sungai," ujar dia.

Yusuf menuturkan, musim hujan tahun 2018 lalu rumah warga yang ambruk sebanyak 2 rumah. Panjang longsoran di Dusun Mujjiah mencapai 300 meter dan terdapat 10 rumah yang terancam longsor, serta di Dusun Lewisisir panjang longsoran mencapai 500 meter dan terdapat 20 rumah terancam longsor.

"Di Dusun Mujjiah sudah 15 rumah ambruk dan Dusun Lewisisir sudah 5 rumah ambruk karena longsor. Kami meminta perhatian pemerintah untuk segera membantu kami dari ancaman longsor ini. Jika tidak segera dibantu warga kami yang ada di bantaran sungai pasti habis," tutur Yusuf.



(awd)