alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Literasi Rendah Sebabkan Keuntungan Pasar Modal Dinikmati Investor Asing

Arif Budianto
Literasi Rendah Sebabkan Keuntungan Pasar Modal Dinikmati Investor Asing
Peresmian Kantor BEI Jabar di Jalan PH Mustopa, Kota Bandung, Jumat (6/12/2019). Foto/SINDOnews/Arif budianto

BANDUNG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat angka literasi pasar modal di Indonesia masih sangat rendah, yaitu pada kisaran 4%.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Husein mengakui, angka literasi pasar modal sebesar 4% pun setelah mengalami kenaikan 50% dari tahun sebelumnya. Literasi pasar modal jauh di bawah literasi perbankan yang mencapai 70%.

"Sejak awal kita sudah diberi pemahaman tentang perbankan. Jadi literasinya (pasar modal) jauh di bawah perbankan. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama," kata Husein pada pembukaan Gedung BEI Bandung, Jalan PH Mustopa, Kota Bandung, Jumat (6/12/2019).



Menurut dia, sedikitnya pemahaman dan akses masyarakat terhadap pasar modal menyebabkan keuntungan bursa saham lebih banyak dinikmati investor luar negeri. Beberapa tahun lalu, bahkan investor luar negeri di pasar saham cukup mendominasi. Tetapi saat ini, perbandingan investor luar negeri dan dalam negeri hampir seimbang.

"Jadi keuntungan investasi pasar saham di Indonesia dalam tujuh tahun terakhir yang mencapai 100% lebih banyak lari ke luar negeri," ujar dia.

Husein menuturkan, peresmian Kantor BEI di Bandung diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal. Pasar modal sendiri adalah pasar untuk pihak yang membutuhkan dan menjual modal. Jadi pasar modal (BEI) adalah fasilitator.

Dia pun menyinggung rencana Pemprov Jabar menerbitkan obligasi daerah. Di mana skema pembiayaan tersebut akan membantu Pemprov Jabar membiayai pembangunan. Sehingga pembangunan nanti jangan hanya mengandalkan APBD yang nilainya sangat terbatas.

"Walaupun, untuk di Jabar saat ini masih terkendala persepsi. Di mana rencana Pemprov Jabar menerbitkan obligasi, masih menjadi polemik. Ada yang menganggap bila pemda berhutang itu gemana?. Padahal kan sama saja seperti masyarakat kredit mobil atau rumah," tutur Husein.

Dirut BEI Inarno Djayadi mengatakan, kantor perwakilan BEI di Bandung melengkapi 29 kantor perwakilan di seluruh Indonesia. Rencananya, kantor BEI milik sendiri seperti Bandung juga akan dibangun di Semarang dan Surabaya.

"Tujuannya ada BEI di daerah untuk edukasi dan sosialisasi. Kami juga intensif menggelar sekolah pasar modal. Harapan bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Karena, jumlah investor di Jabar saat ini baru 170.000 account. Dibanding populasi memang masih kecil, 0,35%. Ini PR kita bersama," kata Inarno.

Sementara itu, Kepala Biro BUMD dan Investasi Pemprov Jabar Noneng Komalaningsih mengatakan, sebenarnya minat investasi masyarakat Jabar sangat tinggi, buktinya banyak sekali yang tertipu investasi bodong. Artinya minat tinggi, tapi literasi kurang.

Namun dia mengapresiasi hadirnya BI di Jabar. Apalagi Jabar memiliki potensi sangat tinggi. Dana tersimpan masyarakat Jabar di bank mencapai Rp500 triliun dengan populasi pendudukan mencapai 50 juta orang.



(awd)