alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Neraca Perdagangan 2019 Devisit, Produk China Kuasai Impor ke Jabar

Arif Budianto
Neraca Perdagangan 2019 Devisit, Produk China Kuasai Impor ke Jabar
Foto/SINDONews/Dok/Ilustrasi

BANDUNG - Produk dari China menguasai impor ke Jawa Barat dengan nilai transaksi mencapai USD285,00 juta pada Oktober 2019. Kendati begitu, volume inportasi ke Jawa Barat tercatat turun dibandingkan periode sama tahun lalu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat, impor non migas ke Jawa Barat per Oktober 2019 terbesar berasal dari Tiongkok atau China senilai USD 285,00 juta. Disusul Korea Selatan USD141,81 juta dan Jepang senilai USD124,14 juta.

"Peran ketiga negara terhadap impor ke Jabar mencapai 63,37 persen terhadap total nilai impor non migas. Negara ASEAN berperan sekitar 14,60 persen, Uni Eropa sebesar 3,68 persen, dan Tiongkok masih mendominasi dengan share mencapai 33,29 persen atau senilai USD 2,79 miliar," kata Kepala BPS Jabar Doddy Herlando.



Nilai impor dari 14 negara mitra utama tercatat naik 10,29%. China juga termasuk negara dengan volume impor yang terus meningkat jika dibanding bulan sebelumnya. Total delapan negara mengalami peningkatan dan 6 negara mengalami penurunan.

Importasi negara-negara yang mengalami penurunan impor barang ke Jabar antara lain Thailand, Singapura, Jerman, Inggris, Amerika Serikat, dan India. Penurunan terbesar dari Filipina yang mencapai 47,44 persen. "Secara yoy, impor ke Jabar pada Oktober 2019 turun 16,37 persen," ujar dia.

Dilihat tujuan penggunaannya, tutur Doddy, impor Jawa Barat Oktober 2019 dibandingkan September 2019, barang modal turun 0,55 persen dan barang konsumsi turun sebesar 6,57 persen.

Sedangkan bahan baku atau penolong naik 13,89 persen. Secara kumulatif (y-t-d), hanya Barang Konsumsi yang mengalami peningkatan sebesar 9,37 persen.

Sementara secara komulatif, neraca perdagangan Jawa Barat Oktober 2019 mengalami surplus dari sisi nilai sebesar USD1,68 miliar. Hal itu ditunjang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar USD1,75 Miliar. Sedangkan komoditi Migas defisit sebesar USD69,43 juta.

Dari sisi volume perdagangan luar negeri, pada bulan Oktober 2019 terjadi surplus sebesar 354,11 ribu ton, yang disumbang oleh surplus komoditi Non Migas sebesar 463,75 ribu ton. Sedangkan volume komoditi Migas defisit sebesar 109,64 ribu ton.

Kendati begitu, bila dilihat dari transaksi perdagangan Non Migas dengan 14 negara mitra dagang utama, pada periode Oktober 2019, Jawa Barat mengalami defisit neraca perdagangan dengan tiga negara senilai USD 186,27 juta. yang berasal dari transaksi dengan Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan.

Masing-masing defisit sebesar USD 120,95 juta, USD 63,47 juta, dan USD 1,86 juta. Sedangkan perdagangan Non Migas dengan negara utama lainnya menunjukkan surplus.



(awd)