alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Seorang Pemulung Tewas Tertimbun Longsoran Sampah di TPA Sarimukti

Adi Haryanto
Seorang Pemulung Tewas Tertimbun Longsoran Sampah di TPA Sarimukti
Bangunan pengolahan sampah di TPA Sarimukti, Cipatat, KBB, yang roboh dan terendam akibat tersapu angin puting beliung disertai hujan. Longsoran sampah menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Foto/Dok. BPBD KBB

BANDUNG - Angin puting beliung yang menerjang kawasan sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Rabu (4/12/2019).

Peristiwa itu mengakibatkan seorang warga, Uci Mustopa (59), tewas. Korban sehari-hari berprofesi sebagai pemulung sampah ini tewas setelah tertimbun tumpukan sampah saat berteduh di gubuk bambu di lokasi TPA.

"Korban meninggal di tempat kejadian karena tertimbun longsoran sampah saat terjadi hujan deras disertai angin puting beliung," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Duddy Prabowo, Kamis (5/12/2019).



Angin puting beliung itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat kejadian, Uci, warga Kampung Sukamanah RT 02/07 Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat ini, tengah berteduh di samping bangunan pengolahan sampah.

Sebenarnya tidak hanya korban yang berteduh di situ, tapi ada juga dua rekannya. "Saat kejadian, korban dan beberapa rekannya berteduh di situ. Tapi rekan-rekannya berhasil menyelamatkan diri, sementara korban tidak sempat dan keburu tertimbun sampah," ujar dia.

Hujan deras disertai angin puting beliung itu membuat bangunan pengolahan sampah yang berukuran 12x8 meter roboh. Beberapa bangunan yang ada di sekitar TPA Sarimukti juga rusak tersapu angin.

Bahkan hujan deras menyebabkan terjadinya genangan di titik pembuangan sampah. BPBD langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penanggulangan di lokasi.

Kapolsek Cipatat Kompol Asep Nandang mengatakan, korban yang tertimbun tumpukan sampah berhasil dievakuasi petugas dengan dibantu warga dalam kondisi sudah meninggal dunia.

"Seusai dievakuasi, korban dibawa ke rumahnya. Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menganggap kejadian ini sebagai musibah," kata Asep.



(awd)