alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

23 Penyelenggara Pembayaran QRIS Kantongi Izin BI

Arif Budianto
23 Penyelenggara Pembayaran QRIS Kantongi Izin BI
Bank Indonesia menggelar BI Talks dengan Tema QRIS dan Digitalisasi Pembayaran di Auditorium Universitas Telkom, Kamis (5/12/2019). Foto/Dok.Humas BI

BANDUNG - Bank Indonesia (BI) akan mulai memberlakukan sistem pembayaran tersentral melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) per 1 Januari 2020. Saat ini, telah ada 23 penyelengga pembayaran yang mengantongi izin Bank Indonesia (BI).

Kepala Grup Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Sukarelawati Permana mengatakan, saat ini terdapat 23 penyelenggara jasa sistem pembayaran baik bank maupun nonbank yang telah mendapatkan izin QRIS. Di antaranya Dana, Gopay, Link Aja, dan Ovo.

"Nanti QRIS dapat digunakan sebagai media transaksi yang terkoneksi dengan instrumen kartu kredit, kartu ATM atau debit maupun uang elektronik," kata Sukarelawati pada acara “BI Talks”dengan Tema “QRIS dan Digitalisasi Pembayaran” di Auditorium Universitas Telkom, Kamis (5/12/2019).



Dengan telah masuknya izin beberapa penyedia pembayaran, program QRIS bakal segera terealisasi. Di Jabar, kata dia, jumlah pengguna ketiga instrumen mencapai jutaan. Di mana pengguna kartu kredit mencapai 33 juta kartu, kartu ATM/debit sebanyak 314 juta kartu, dan uang elektronik sebanyak 42 juta kartu dan akun.

"Setelah QRIS di-launching pada 17 Agustus 2019 lalu, diharapkan per 1 Januari 2020 seluruh merchant telah mengimplementasikan QRIS," ujarnya.

Menurut dia, peluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025. QRIS mengusung semangat UNGGUL (universal, gampang, untung, dan langsung). Hal ini bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, sekaligus merupakan salah satu respons BI dalam menghadapi era digital.

Karena, kata dia, di era  ini teknologi telah merevolusi seluruh aktivitas hidup manusia dan merubah lanskap ekonomi dan industri, sehingga dibutuhkan inovasi dan kreativitas untuk terus maju dan berkembang.

Sementara, acara di Kampus Telkom University merupakan edukasi kepada mahasiswa. Event ini adalah sinergi antara KPw BI Jabar dengan Universitas Telkom sebagai upaya untuk mengomunikasikan salah satu kebijakan BI di bidang sistem pembayaran.

Hadir dalam acara tersebut sebagai narasumber adalah Dian Aziza Damhart dari Bank Indonesia, Hari Santosa Sungkari dari Badan Ekonomi Kreatif, serta Panji Mario Novriadi dari LinkAja. Ketiga narasumber tersebut secara bergantian memaparkan mengenai QRIS dan ekonomi kreatif di era digital.

Untuk memberikan pengalaman bertransaksi menggunakan QRIS, setiap peserta mendapatkan top up uang elektronik server based yang dapat digunakan secara langsung bertransaksi di merchant QRIS.



(zik)