alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Menteri PUPR Geram Pembangunan Jalan Pelabuhan Patimban Baru 55,8%

Didin Jalaludin
Menteri PUPR Geram Pembangunan Jalan Pelabuhan Patimban Baru 55,8%
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Foto/SINDO/Dok

BANDUNG - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mememinta pembangunan jalan akses Pelabuhan Patimban dikebut dan harus rampung sesuai target, April 2020.

Desakan itu menyusul pembangunan infraturtur penujang pelabuhan di Kabupaten Subang, itu berjalan lamban. Sampai saat ini progres pembangunan baru 55,8%.

"Saya minta agar ditambah sumber dayanya, baik peralatan dan pekerja. Shift kerja juga harus ditambah agar bisa selesai tepat waktu. Saat ini, progres konstruksi mencapai 55,8 persen. Masih ada sisa waktu berapa bulan ke depan," kata Basuki saat meninjau lokasi pembangunan jalan akses penghubung Pantura Jawa dengan Pelabuhan Patimban di Subang, Jumat (29/11/2019).



Sebelumnya, saat melakukan kunjungan kerja itu Basuki berbincang dengan beberapa kontraktor di jalan menuju pelabuhan itu. Dirinya bertanya apakah pembangunan bisa selesai sesuai target yang ditentukan, yaitu April 2020 mendatang.

Salah seorang kontraktor meminta perpanjangan waktu 4 bulan untuk menyelesaikan pembangunan akses jalan menuju Pelabuhan Patimban. Mendengar jawaban dari kontraktor, Basuki tampak geram. "Kalau empat bulan lagi pulang saja. Ke mana? Malaysia? Silakan pulang saja," kata Basuki tegas.

Dengan sisa waktu beberapa bulan ini, Basuki berharap kontraktor usaha terlebih dulu sebelum minta perpanjangan waktu. Dia menyarankan agar pekerja dan peralatannya ditambah. Sehingga pembangunan bisa selesai sesuai target.

Menurut dia, infrastruktur jalan itu sangat penting untuk menunjang Pelabuhan Patimbang yang dibidik menjadi pelabuhan internasional terbesar di Indonesia, setelah Pelabuhan Tanjung Priok.

Pembangunan jalan akses Pelabuhan Patimban menjadi salah satu tindak lanjut pertemuan Presiden Joko Widodo dengan mantan perdana menteri Jepang periode 2007-2008 Yusuo Fakuda pada pekan lalu.

Dari kerja sama Indonesia-Jepang ini menggunakan skema pinjaman yang melibatkan kontraktor dari negara pemberi pinjaman. "Itulah kenapa harus dikerjakan agar selesai tepat waktu," ujar dia.

Kontrak pembangunan jalan akses Pelabuhan Patimban dan konsultan supervisi disepakati 14 Agustus 2018 dengan kontraktor pelaksana, PT PP, PT Bangung Cipta Kontraktor, dan Shimizu Corporation dengan alokasi anggaran Rp1,12 triliun.

Sementara, konsultan supervisi dilakukan oleh Katahira & Engineer International bekerja sama dengan Nippon Engineering Consultant, serta PT Perentjana Djaja, PT Sarana Multi Daya, PT Parama Karya Mandiri, PT Mekaro Daya Mandiri, dan PT Maratama Cipta Mandiri senilai Rp63,51 miliar.



(awd)