alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gelar Munas II di Lembang, Resmikan Nama Baru Perguruan Karate Shokaido

Adi Haryanto
Gelar Munas II di Lembang, Resmikan Nama Baru Perguruan Karate Shokaido
Ketua Dewan Pembina Shokaido Efdjuno Tando menyerahkan bendera kepada Ketua Umum PB Shokaido Periode 2015-2019 Djeniwarman pada Munas Shokaido II di Sesko AU Lembang, KBB, Kamis (28/11/2019). Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

BANDUNG BARAT - Jajaran Pengurus Provinsi (Pengprov) Perguruan Karate Shotokan Kandaga Indonesia (Shokaido) dari seluruh Indonesia menggelar Musyawarah Nasional (Munas) II di Sesko AU Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (28/11/2019).

Pada Munas II yang dihadiri 23 perwakilan pengprov ini, selain untuk memilih Ketua Umum PB Shokaido baru, juga meresmikan nama Perguruan Karate Shokaido menggantikan nama lama Kandaga Prana yang pertama kali dicetuskan di Sukabumi pada 18 Juli 1971.

"Munas ini bertujuan meningkatkan persaudaraan 23 pengprov dan memacu semangat meraih prestasi lebih tinggi dibandingkan perguruan lain. Selain itu, untuk meresmikan penggunaan nama Shotokan Kandaga Indonesia (Shokaido) beserta lambang baru, menggantikan nama Kandaga Prana disemua pengprov," kata Ketua Umum PB Shokaido Periode 2015-2019 Djeniwarman kepada wartawan di sela-sela munas.



Dia mengemukakan, sejak awal menerima penyerahan Kandaga Prana dan pindah dari Sukabumi ke Jakarta, sudah meminta nama perguruan dan lambang diubah. Sesuai mekanisme setiap pergantian nama perguruan dan lambang harus melalui kongres.

Pada kongres PB FORKI 2019 di Jakarta usulan perubahan nama ini sudah disetujui. Sehingga di Munas II ini nama baru resmi digunakan meskipun dengan tetap mencantumkan nama Kandaga.

Menurut dia, tujuan dari munas ini adalah mendorong setiap pengprov meningkatkan prestasi. Juga ke depan diharapkan di 34 provinsi di Indonesia sudah berdiri perwakilan pengprov. Saat ini baru 23 pengprov di Indonesia.

Termasuk, ujar dia, bagaimana membina wasit dan pelatih yang saat ini jumlahnya masih kurang. Perlu ada regenerasi pelatih dari mantan-mantan atlet yang bisa diberdayakan di daerah. Sebab dengan semakin bertambahnya pengprov, maka kebutuhan pelatih dan wasit di daerah pun bertambah.

"Sekarang pelatih utama ada sekitar 50 dan wasit ada ratusan, tapi itu masih kurang. Apalagi ketika kita berharap di 34 provinsi terbentuk pengprov, maka kebutuhan pelatih dan wasit akan semakin besar. Makanya kami mendorong terjadi regenerasi dan munculnya pelatih-pelatih baru," ujar dia.

Ketua Dewan Pembina Perguruan Shokaido Efdjuno Tando memberikan apresiasi kepada kepemimpinan Djeniwarman yang dalam empat tahun berhasil mengembangkan Shokaido dari 5 Pengprov menjadi 23.

Setelah Munas digelar, dia berharap para karateka Shokaido yang mengusung aliran Shotokan ini, bisa berkiprah dan memiliki andil untuk bersama-sama menjaga persaudaraan dan meningkatkan prestasi sampai kancah internasional.

Efdjuno menilai, meski terbilang muda atlet Shokaido asal Indonesia sudah menorehkan prestasi cemerlang di tingkat nasional maupun kejuaraan internasional. Seperti pada tahun 2016 saat menjadi tuan rumah kejuaraan dunia, saat itu kontingen Indonesia berhasil meraih 6 emas, 8 perak, dan 12 perunggu.

Terakhir pada Juli 2019, Tim Shokaido Indonesia berhasil merebut 2 medali emas dan 1 perunggu pada Kejuaraan Dunia Karate, Shotokan Karate Do International Federation (SKIF) di XIII 2019 di CPP Arena, Hradec Kralove, Republik Cheko.

"Saya ingin ke depan harus lebih maju lagi, harus ada lebih banyak karateka yang senior ikut dalam wasit juri. Munas ini mesti betul-betul meningkatkan persaudaraan, kekeluargaan, dan para pelatih di daerah (KSH) betul-betul melatih diri, yakni harus lebih berkeringat daripada yang dilatih," tegas peraih perak nomor kata perorangan pria umur 70 tahun ke atas di ajang SKIF di Sydney, Australia pada 2012 ini.



(awd)