alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ridwan Kamil Berurai Air Mata Lepas Rindu dengan Guru SD

Agung Bakti Sarasa
Ridwan Kamil Berurai Air Mata Lepas Rindu dengan Guru SD
Sambil berurai air mata, Gubernur Jabar Ridwan Kamil memeluk guru SD-nya Nunung Nurhasanah di kediaman Nunung, Senin (25/11/2019). Foto/Humas Pemprov Jabar

BANDUNG - Dengan berurai air mata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memeluk Nunung Nurhasanah (62), gurunya saat bersekolah di Sekolah Dasar (SD) Banjarsari 3, Kota Bandung.

Pemandangan tersebut menyiratkan betapa rindunya Gubernur yang akrab disapa Emil ini terhadap sosok sang guru yang kini telah pensiun.

Emil sengaja menyempatkan diri menemui Nunung bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada hari ini, Senin (25/11/2019).



Dia mengaku, di malam sebelum dia bertemu Nunung, Emil teringat dan rindu bertemu sosok Nunung yang mengajar beberapa mata pelajaran saat Gubernur di bangku kelas 4, 5, dan 6 SD ini.

"Bu Nunung ini guru saya ketika sekolah di SD Banjarsari 3 Bandung. Guru saya banyak, tapi entah kenapa yang terlintas di kepala hanya Bu Nunung, makanya tadi malam saya bilang ke ajudan carikan mantan guru saya namanya Bu Nunung, alhamdulillah ketemu," ujar Emil.

Emil pun akhirnya mengunjungi rumah sang guru di Jalan Srimahi 3, Kelurahan Ancol, Kecamatan Regol, Kota Bandung, untuk memberikan penghormatan dan penghargaan.

Menurut Emil, Nunung memiliki jasa besar dalam hidupnya, termasuk menjadi salah satu sosok di balik kesuksesannya meniti karir di bidang pemerintahan dimana Emil kini menjadi orang nomor satu di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar se-Indonesia ini.

"Hari ini kan Hari Guru, kalau kita refleksi siapa kita hari ini, itu karena peran guru yang luar biasa. Jadi, leadership saya hari ini sebagai Gubernur itu sekian persennya karena motivasi dari Bu Nunung," tutur Gubernur.

Sambil mengenang saat menjadi murid Nunung di awal tahun 80-an, Emil pun bercerita pernah memecahkan kaca ruang guru hingga dihukum membersihkan ruangan kelas selama tujuh hari. Saat itu, Emil memang dikenal anak hiperaktif, nakal, dan susah diatur.

"Saya dulu anaknya agak nakal, hiperaktif, susah diatur, sempat memecahkan kaca ruang guru. Lalu saya dihukum tujuh hari untuk bersih-bersih," ungkap Emil.

Namun, kata Emil, Nunung saat itu melihat ada potensi dalam diri Emil cilik yang bisa dikembangkan dan diarahkan ke dalam aktivitas keorganisasian, seperti Paskibra atau Pramuka.

"Bu Nunung ini mengarahkan saya supaya hiperaktif ini disalurkan ke aktivitas keorganisasian seperti Paskibra, Pramuka, tarian massal," tutur Emil.

Sebagai bentuk terima kasih Emil atas peran dan jasa sang guru tercinta, Emil pun akan memberangkatkan Nunung dan suami untuk pergi umrah.

"Beliau (Bu Nunung) ingin saya umrohkan bersama suaminya, mudah-mudahan saling mendoakan. Dan ternyata beliau suka mendoakan saya karena sering melihat di televisi lalu teringat batinnya," ujar Emil mengakhiri.

Nunung sendiri mengaku bahagia dikunjungi anak didiknya yang kini telah sukses menjadi seorang Gubernur. Tak lupa dia pun mendoakan Emil agar selalu sehat dan sukses.

"Harapan buat Cep Emil, saya doakan supaya lebih maju lagi, sehat jasmani dan rohaninya, terima kasih sudah ingat saya dan mau datang ke rumah yang sederhana ini," singkat Nunung.



(awd)