alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pentingnya Pengembangan Pariwisata yang Bertanggung Jawab

Dzikry Subhanie
Pentingnya Pengembangan Pariwisata yang Bertanggung Jawab
Traveloka mendukung pariwisata yang bertanggung jawab di Indonesia. Foto/Dok Traveloka

JAKARTA - Kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke berbagai tujuan wisata di Indonesia merupakan salah satu penggerak ekonomi dan sumber pemasukan daerah dan nasional. Antusiasme berlibur ke dan di wilayah Indonesia wajib diikuti dengan komitmen semua pihak untuk tetap memperhatikan kelestarian alam dan pemanfaatan sumber daya alam yang bertanggung jawab.

Hal itu dikatakan Direktur Konservasi WWF-Indonesia Lukas Adhyakso, saat penandatanganan kerja sama dengan Traveloka. Diketahui, Kamis (21/11/2019) Traveloka menandatangani kesepakatan kerja sama strategis dengan WWF-Indonesia untuk menjalankan beberapa inisiatif kolaborasi antara lain program Signing Blue, penanaman ribuan pohon dalam program MyBabyTree, dan edukasi mengenai pariwisata yang bertanggung jawab serta mempromosikannya melalui berbagai jejaring media yang dimiliki Traveloka.

Menurut Lukas, kemitraan ini sejalan dengan misi WWF-Indonesia yaitu mewujudkan tata kelola sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. "Kami mengapresiasi Traveloka yang memfasilitasi mitra-mitranya untuk meningkatkan tata kelola perusahaan, yang tidak hanya mempertimbangkan aspek keuntungan ekonomi namun juga kelestarian lingkungan dan pertanggungjawaban sosial. Sebagian program dalam kemitraan ini mencakup program keanggotaan Signing Blue, yang ditujukan kepada mitra hotel Traveloka," ujarnya.
 
Ke depan, pengguna Traveloka dapat melakukan aksi nyata untuk pelestarian alam, melalui penanaman pohon MyBabyTree. "Harapan kami, semua pihak mampu mewujudkan praktik pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan," pungkas Lukas.



Sementara, Public Relations Director Traveloka Sufintri Rahayu mengatakan, menurut hasil survei yang dilakukan oleh Traveloka, saat ini masyarakat sangat mempertimbangkan pemilihan produk dan brand dari reputasi yang dibangunnya. "64% dari total responden mengatakan bahwa perusahaan harus memimpin sebuah perubahan dibandingkan menunggu arahan pemerintah dan mayoritas dari mereka sepakat bahwa perusahaan yang hanya memikirkan diri mereka sendiri dan keuntungan tidak akan bertahan lama," kata Sufintri dalam siaran persnya.

Sebagai sebuah perusahaan yang memfokuskan diri kepada industri pariwisata Indonesia, lanjut Sufintri, Traveloka menyadari pentingnya peran perusahaan untuk mengedukasi seluruh pihak yang terlibat di industri ini, termasuk masyarakat agar peduli terhadap pariwisata yang bertanggung jawab yang dituangkan dalam kegiatan CSR yang berkelanjutan.

"Kerja sama ini akan mendorong Traveloka dan mitranya bekerja berdasarkan prinsip yang bertanggung jawab, dan tentunya sejalan dengan program-program pariwisata yang dicanangkan pemerintah. Sebagai sebuah langkah awal, kami yakin mampu meloncati tahapan dari hanya sekadar komitmen, menjadi sebuah gerakan edukasi yang riil mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Indonesia," jelas Sufintri.



(zik)