alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polres Cimahi Kerahkan 862 Personel Amankan Pilkades Serentak di KBB

Adi Haryanto
Polres Cimahi Kerahkan 862 Personel Amankan Pilkades Serentak di KBB
Apel gelar pasukan di Mapolres Cimahi untuk pengamanan Pilkades Serentak di KBB tahun 2019 yang akan digelar Minggu (24/11/2019) di 112 desa dengan total jumlah TPS sebanyak 966. Foto/Dok.Humas Polres Cimahi

CIMAHI - Guna mengamankan jalannya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di 112 desa di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Polres Cimahi menerjunkan sebanyak 862 anggotanya. Proses pergeseran pasukan tersebut dilakukan dalam apel gelar pasukan Pilkades Serentak 2019 di Mapolres Cimahi yang dipimpin Wakapolres Kompol Widi Setiawan, Jumat (22/11/2019).

"Anggota pasukan yang disiapkan ini sudah bertugas sejak masa tenang, pendistribusian logistik, pungut dan hitung suara, hingga pleno penetapan pemenang pilkades nanti," ucapnya.

Menurutnya, semua personel akan disebar ke semua desa yang menyelenggarakan pilkades. Termasuk mereka juga akan ditempatkan di 966 tempat pemungutan suara (TPS). Pola pengamanan yang disiapkan bisa dengan skema 2-5-10, 2-6-10, atau 2-4-8, sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Artinya, jika pola 2-5-10 berarti terdiri dari 2 polisi di 5 TPS dengan 10 Linmas.



"Kami berharap pelaksanaan Pilkades Serentak di KBB yang pencoblosannya akan dilakukan pada Minggu (24/11/2019) lusa, berjalan lancar, aman, dan damai," kata dia.

Sementara itu, Kapolsek Cisarua Kompol Ikhwan Heriyanto mengatakan, di wilayah hukum Polsek Cisarua akan ada 109 TPS, dengan rincian 29 TPS di Kecamatan Cisarua dan 80 TPS di Kecamatan Parongpong. Total DPT sebanyak 96.510 pemilih, terdiri dari 35.823 pemilih di Kecamatan Cisarua dan 60.687 pemilih di Kecamatan Parongpong.

Dirinya meminta kepada setiap anggotanya untuk mengetahui identitas dari petugas KPPS, mulai dari latar belakang sosok hingga nomor kontaknya. Anggota juga harus kenal tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh daerah sekitaran area TPS. Itu untuk mengantisipasi bila ada potensi gejolak antarpendukung.

"Kami juga meminta untuk massa pendukung yang terpilih tidak melakukan konvoi setelah pelaksanaan pilkades karena bisa menimbulkan gesekan antarkelompok."



(zik)