alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bawaslu Jabar Petakan Potensi Pelanggaran Pilkada 2020

Asep Supiandi
Bawaslu Jabar Petakan Potensi Pelanggaran Pilkada 2020
Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu Jabar Zaki Hilmi memberikan sambutan saat media gathering di Jatiluhur, Purwakarta. Foto/SINDOnews/Asep Supiandi

PURWAKARTA - Bawaslu Jabar memetakan kerawanan pelanggaran pilkada serentak di delapan kota/kabupaten yang melaksanakan pesta demokrasi di 2020. Pemetaan itu didasari kerawanan pelanggaran yang terjadi di 2015. Namun, secara umum dinamika politik kedelapan kota/kabupaten tersebut cukup dinamis.

Sekadar diketahui, kedelapan kota/kabupaten di Jabar yang menggelar pilkada serentak di 2020 adalah Kota Depok, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Indramayu.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu Jabar Zaki Hilmi mengungkapkan, terdapat sejumlah bentuk kerawanan di delapan kota/kabupaten itu saat menyelenggarakan Pilkada 2015, antara lain profesionalitas dan integritas penyelenggara pemilu, potensi keterlibatan ASN sangat besar di saat petahana terlibat kontestasi pilkada, serta penggunaan anggaran negara untuk kampanye terselubung.



"Meskipun untuk penggunaan anggaran ini tidak terlalu spesifik," ungkap Zaki kepada SINDOnews, saat Media Gathering di Jatiluhur, Purwakarta, Kamis (21/11/2019).

Tentang potensi pelanggaran ASN, menurut dia, berkaitan erat dengan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan. Karena persoalan inilah yang kerap menjadi faktor penyebab pelanggaran terjadi. Sehingga, sampai September 2020 tidak boleh ada kota/kabupaten yang melaksanakan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan, kecuali ada izin dari Mendagri.

Sementara itu, dalam media gathering yang digelar, Ketua Bawaslu Purwakarta Ujang Abidin mengapresiasi media massa saat penyelenggaraan pemilu di Purwakarta sebelumnya. "Kritikan media terhadap penyelenggara pemilu sangat diperlukan sehingga kami bisa peka dan menerima masukan. Sehingga kita bisa melakukan pencegahan," pungkas Ujang.



(zik)