alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kejari Selidiki Dugaan Korupsi Dana Reses Rp6,7 Miliar di DPRD Cimahi

Adi Haryanto
Kejari Selidiki Dugaan Korupsi Dana Reses Rp6,7 Miliar di DPRD Cimahi
Gedung Kejari Cimahi, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi. Penyidik Seksi Pidsus Kejari Cimahi sedang menyelidiki dugaan korupsi dana reses di DPRD Kota Cimahi tahun 2018. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

BANDUNG - Delapan orang dari Sekretariat DPRD (Setwan) Kota Cimahi dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi, Kamis (21/11/2019).

Mereka diperiksa penyidik Kejari Cimahi terkait dugaan tindak pidana korupsi pembayaran jasa non-PNS dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Cimahi pada 2018.

Kedelapan orang yang dipanggil ke kantor Kejari Cimahi, Jalan Sangkuriang itu, antara lain, Budi Raharja yang pada 2018 menjabat Sekretaris DPRD Kota Cimahi.



Kemudian Yanuar Taufik, Lilik Kartiwa, Adia Ningsih, Firman Gultom, Heri Zaini, Tita Mariam, dan Malasari Dewi. Mereka dimintai keterangan terkait yang diketahui soal kegiatan reses tersebut.

"Agendanya meminta keterangan. Total hari ini dilakukan kedelapan orang, empat orang pagi, empat lagi siang," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Cimahi Mila Susilowaty kepada wartawan, Kamis (21/11/2019).

Dia mengemukakan, kasus ini baru tahap pemeriksaan awal yang bermula dari laporan masyarakat. Sehingga pihaknya baru sebatas meminta informasi dan keterangan dari pihak Sekretariat DPRD Kota Cimahi.

Ke depan Kejari Kota Cimahi juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap anggota DPRD Kota Cimahi periode 2014-2019 yang pada 2018 memanfaatkan dana reses tersebut.

Menurut dia, dalam kasus dugaan korupsi dana reses tersebut, diduga ada pemborosan anggaran sekitar Rp6,7 miliar. Hal ini yang akan dikonfirmasikan kebenarannya kepada pihak-pihak terkait.

Sehingga, akhir dari kasus ini masih cukup panjang dan belum bisa diambil kesimpulan apapun karena informasi yang diperoleh masih sangat dangkal.

"Substansinya memang tentang dana reses. Total nilai angkanya sementara Rp6,7 miliar. Informasinya anggota Dewan ini menerima sekitar Rp80 juta lebih untuk satu kegiatan (reses). Itu artinya kan nilai yang sangat tinggi," ujar dia.



(awd)