alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Disnakertrans Karawang Beri Pelatihan Vokasi bagi 300 Korban PHK

Nilakusuma
Disnakertrans Karawang Beri Pelatihan Vokasi bagi 300 Korban PHK
Kepala Disnakertrans Karawang Ahmad Suroto membuka pelatihan vokasi bagi korban PHK. Foto/SINDOnews/Nilakusuma

KARAWANG - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, meluncurkan program pelatihan vokasi terhadap 300 orang yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pelatihan ini bertujuan agar para korban PHK bisa segera mendapat pekerjaan baru. "Ini merupakan program terobosan kami agar mereka yang menjadi korban PHK bisa kembali bekerja. Mereka dididik selama satu bulan dan kemudian coba disalurkan ke sejumlah perusahaan yang sudah bekerja sama dengan Disnakertrans," kata Kepala Disnakertrans Karawang Ahmad Suroto seusai peluncuran program pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK),Senin (18/11/2019).

Ahmad Suroto mengemukakan, korban PHK di Kabupaten Karawang mencapai ribuan orang akibat banyak pabrik yang hengkang ke daerah yang memiliki upah minimum kabupaten/kota (UMK) lebih rendah dari Karawang.



Umumnya, ujar Suroto, para korban PHK itu sulit kembali mendapat pekerjaan karena faktor usia. Namun dengan adanya program ini mereka berpeluang besar untuk bisa kembali bekerja.

"Mereka yang bisa mengikuti program ini maksimal usia 40 tahun dan kami salurkan keperusahaan yang sudah bekerja sama dengan kami. Meski begitu mereka tetap harus mengikuti seleksi dari perusahaan sesuai standar yang ada di masing-masing perusahaan," ujar dia.

Ahmad Suroto menuturkan, dalam program ini diselenggarakan untuk 6 jurusan yaitu jurusan manufaktur, otomotif, garmen, tehnik mengelas AC split, tehnik informatika, dan multi media. Korban PHK ini bisa memilih jurusan yang ada untuk pelatihan dan nantinya akan disalurkan.

"Peserta pelatihan yang sekarang ini korban PHK tahun 2015 dan 2016 jadi mereka sudah 2 tahun menganggur.Pelatihan ini kita lakukan 2 tahap yaitu tahap pertama itu 120 orang kemudian tahap kedua 180 hingga jumlahnya mencapai 300 orang untuk tahun ini," tutur Kadisnakertrans.



(awd)