alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tersangka Kasus Penembakan, Irfan Terancam 20 Tahun Penjara

Inin Nastain
Tersangka Kasus Penembakan, Irfan Terancam 20 Tahun Penjara
Kapolres Majalengka AKBP Mariyono didampingi Wakapolres Kompol Hidayatullah (baju dinas) dan Kasat Reskrim AKP M Wafdan Muttaqien (baju putih). Foto/ SINDONews/Inin Nastain

MAJALENGKA - Tersangka kasus penembakan, Irfan Nur Alam, terancam mendekam di penjara selama 20 tahun. Hal itu setelah dia dinyatakan secara sah melawan hukum, berdasar hasil pemeriksaan yang dilakukan Sat Reskrim Polres Majalengka.

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono mengatakan, sebelumnya petugas melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang, satu di antaranya saksi ahli hukum pidana.

Terakhir, polisi meminta keterangan dari Irfan, hingga akhirnya petugas melakukan penahanan terhadap tersangka yang tercatat sebagai Kabag Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Majalengka itu.



"Tadi sore (kemarin) kita laksanakan pemeriksaan sebagai tersangka. Kemudian setelah hasil pemeriksaan, kita dalami, kita kumpulkan seluruh alat bukti, dan yang bersangkutan secara syah dan meyakinkan telah melanggar Pasal 170 jo UU Darurat Pasal 1 ayat (1) Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara," kata Mariyono di Mapolres Majalengka, Sabtu (16/11/2019).

Disinggung terkait pencabutan laporan, Kapolres mengaku hingga pukul 11.00 WIB belum menerima berkas dari pihak pelapor. "Untuk proses pencabutan, sampai sekarang belum kita terima. Nanti apabila kita terima, akan laksanakan gelar dengan instansi terkait, dengan Kejaksaan," jelas dia. (Baca juga: Alasan Panji Sepakat Berdamai dengan Irfan Anak Bupati Majalengka).

Saat disinggung apakah jika ada surat penangguhan tersangka otomatis akan dilepas, Kapolres kembali menegaskan terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan instansi lain.

"Saya akan berkoordinasi dengan Kejaksaan. Tentunya nanti hasil dari koordinasi dan gelar yang kita laksanakan akan saya sampaikan. Sampai dengan saat ini, surat pencabutan dan surat perdamaian belum saya terima," lanjut Kapolres.

Menurut Kapolres, untuk tahap pertama, tersangka akan menjalani penahanan selama 20 hari di Rutan Mapolres. "Kita tidak pernah diskriminatif dalam proses penegakan hukum. Siapa pun itu sama di muka hukum," tegas Kapolres.



(zik)