alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bank Bukopin Siapkan 4 Produk Unggulan Ini

Adi Haryanto
Bank Bukopin Siapkan 4 Produk Unggulan Ini
Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Eko Rachmansyah Gindo saat Public Expose Kuartal III/2019 Bank Bukopin, di Mason Pine Hotel, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (15/11/2019). Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

BANDUNG BARAT - PT Bank Bukopin Tbk secara konsisten fokus mendorong pertumbuhan bisnis ritel di sektor-sektor produktif yang mencakup sektor konsumer dan sektor UMKM. Pengembangan strategi ini diyakini memacu pertumbuhan kinerja dan memperbaiki kualitas kredit.

Sampai September 2019, bank yang berdiri sejak tahun 1970 ini menyalurkan kredit sebesar Rp66,56 triliun. "Perseroan tetap fokus untuk memacu pertumbuhan berkelanjutan, bisnis ritel, dan kualitas portofolio. Kami optimistis strategi ini dapat meningkatkan laba, kinerja, dan memperbaiki kualitas kredit dari Rp66,56 triliun, yang sebagian besar disalurkan ke sektor ritel UMKM (29,8%), konsumer (16,8%), dan komersial 19,9%," kata Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Eko Rachmansyah Gindo saat Public Expose Kuartal III/2019 Bank Bukopin di Mason Pine Hotel, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (15/11/2019).

Eko mengatakan, hingga Kuartal III/2019 Bank Bukopin berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp151 miliar. Jumlah itu meningkat sebesar 9,80% dibandingkan dengan pencapaian laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp137 miliar.
Selain itu, aset juga tumbuh 6,56% per September 2019 menjadi Rp95,98 triliun. Sementara, Fee Based Income juga meningkat menjadi Rp1,212 triliun, tumbuh 112,26% dibandingkan periode September 2018 sebesar Rp572 miliar.



Guna mendongkrak kinerja dan laba perseroan, lanjut Eko, pihaknya juga menyiapkan sedikitnya empat produk unggulan baru yang dirancang sesuai kebutuhan nasabah dan tidak dimiliki oleh pelaku jasa keuangan lain. Produk unggulan yang akan menjadi diferensiasi Perseroan adalah Flexy Bill, Flexy Gas, Flexy Health, dan Invoice Financing. Semua produk itu sangat dibutuhkan dan memiliki market place yang besar namun dengan resiko bisnis rendah.

"Produk-produk seperti Flexy Bill akan menjadi andalan bisnis kami karena layanan ini hanya tersedia di Bank Bukopin. Flexy Bill atau dana talangan untuk tagihan listrik bagi pelaku industri perhotelan dan restoran sudah berjalan sejak Februari 2018, Flexi Gas dana talangan untuk tagihan gas bagi pelaku industri sudah berjalan dua bulan, dan Flexy Health dana talangan kesehatan sudah diluncurkan sejak empat bulan lalu," sebutnya.

Produk unggulan lain yang baru dikembangkan Bank Bukopin adalah Invoice Financing. Melalui produk ini, Bank Bukopin menyalurkan pembiayaan kepada para pelaku usaha jasa konstruksi. Termasuk sedang trial aplikasi sekolah di Makassar dan Bogor yang merupakan produk baru di sektor pendidikan yang potensinya juga luar biasa besar. Melalui aplikasi ini dapat membantu orang tua memantau aktivitas anak dan melakukan payment dana rutin pendidikan.

"Melalui produk-produk unggulan tersebut, pertumbuhan bisnis akan terus meningkat dalam jangka panjang. Kami juga akan terus mengembangkan produk dan layanan lainnya sesuai kebutuhan nasabah."

Disinggung mengenai adanya tren nasabah menabung dan investasi yang cenderung turun, Eko mengaku tidak terlalu khawatir. Sebab, pihaknya juga menyiapkan digital banking, digital payment, atau membuka rekening melalui smartphone. Terlebih dengan pelayanan di 23 provinsi, 43 kantor cabang utama, 175 kantor cabang pembantu, 127 kantor kas, dan 832 mesin ATM, akan semakin memanjakan masyarakat dalam transaksi perbankkan.

"Meskipun pendekatan kami masih konservatif, tapi ekspansi dan inovasi terus dilakukan. Seperti melalui pembiayaan kredit konsumer yang menyasar nasabah individu, pengembangan bisnis ritel berisiko rendah di sektor UMKM dengan nilai pembiayaan di bawah Rp15 miliar, serta bisnis komersial seperti di bidang energi, kesehatan, properti, agribisnis, dan telekomunikasi," pungkasnya.



(zik)