alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Anak Bupati Majalengka Masuk lewat Pintu Belakang Satreskrim, Wartawan Terkecoh

Inin Nastain
Anak Bupati Majalengka Masuk lewat Pintu Belakang Satreskrim, Wartawan Terkecoh
Bagian depan Gedung Satreskrim Polres Majalengka. Foto/SINDOnews/Inin Nastain

MAJALENGKA - Agenda pemanggilan Irfan Nuralam dengan status sebagai tersangka kasus penembakan oleh Polres Majalengka, Jumat (15/11/2019) mencuri perhatian wartawan. Bahkan, tidak sedikit wartawan yang sudah datang dan menunggu tersangka di Mapolres sejak pagi, sekitar pukul 07.00 WIB.

Dalam surat panggilan, jadwal pemeriksaan terhadap Irfan pukul 09.00 WIB. Namun, harapan para wartawan untuk bisa mengabadikan kedatangan Kabag Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Majalengka itu tidak berbuah manis.

Pasalnya, saat itu yang datang hanya salah satu pengacara, yang memberi tahu kliennya akan memenuhi undangan setelah Salat Jumat. Pertimbangan waktu yang mepet, membuat Irfan memilih memenuhi undangan setelah Salat Jumat. (Baca juga: Irfan Anak Bupati Majalengka Penuhi Panggilan Polisi Sesudah Jumatan).
 
Mendapat kabar dari pengacara tersangka, para wartawan pun kembali menunggu di sekitar gedung Satreskrim Polres Majalengka, setelah menunaikan Salat Jumat di Masjid Polres.



Penantian para wartawan  sejak pagi sepintas akan berbuah manis, saat dua buah mobil masuk ke halaman Satreskrim sekitar pukul 13.35 WIB. Namun, harapan itu sirna setelah yang turun dari dua mobil itu, tidak ada sosok Irfan, yang sudah ditunggu sejak pagi.

Harapan akan bisa mengabadikan kedatangan anak Bupati Majalengka Karna Sobahi kembali muncul saat selang beberapa menit dari kedatangan dua mobil, kembali tiba satu unit mobil di halaman Satreskrim. Namun, para wartawan kembali gigit jari setelah dari dalam mobil hanya keluar seorang laki-laki dari arah kemudi, yang kemudian bergabung dengan orang-orang yang datang lebih awal dengan dua mobil sebelumnya

Kembali tidak melihat Irfan turun dari mobil, membuat sejumlah wartawan penasaran. Sebagian wartawan berinisiatif meninggalkan halaman Satreskrim, untuk melihat di bagian lain dari gedung tersebut.

'Kekesalan' wartawan spontan muncul saat melihat ada pintu di bagian belakang gedung Satreskrim. Irfan, disinyalir kuat masuk ke ruangan Satreskrim untuk menjalani pemeriksaan bukan dari pintu depan, melainkan pintu belakang.

Dugaan tersebut dibenarkan oleh salah satu penasihat hukum Irfan, Dadan Taufik. "Sudah. Mmmm, jam 1 sekian," kata Dadan saat keluar dari ruangan, dan mendapatkan sejumlah wartawan di bagian belakang gedung Satreskrim, sembari tersenyum.

Tidak mau kembali terkecoh, kini posisi wartawan dibagi dua. Selain di bagian depan, sejumlah wartawan pun tampak duduk menunggu proses pemeriksaan Irfan di bagian belakang gedung, tidak jauh dari pintu yang digunakan Irfan untuk masuk ke gedung Satreskrim Polres Majalengka.



(zik)