alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pohon Mahoni Rawan Tumbang di Jalan Jenderal Sudirman Ditebang

Adi Haryanto
Pohon Mahoni Rawan Tumbang di Jalan Jenderal Sudirman Ditebang
Petugas Konservasi DLH Cimahi memotong pohon Mahoni Jalan Jenderal Sudirman, Kota Cimahi, Kamis (14/11/2019). Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

CIMAHI - Pohon Mahoni di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Kota Cimahi ditebang oleh petugas Konservasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cimahi, Kamis (14/11/2019).

Selain karena kondisinya sudah rapuh dan berpenyakit, pohon tersebut juga rawan tumbang ke jalan sehingga membahayakan pemakai kendaraan atau pejalan kaki yang melintas.

"Pohonnya sudah tua dan hampir sebagian batangnya keropos sehingga rawan tumbang. Apalagi di musim penghujan seperti sekarang," kata Petugas Konservasi DLH Kota Cimahi Solehudin (46) saat ditemui di lokasi.



Dia mengemukakan, penebangan pohon tersebut berdasarkan perintah dari koordinator Lingkungan Hidup untuk meminimalisasi risiko pohon rawan tumbang.

Secara kasat mata pohon yang berpenyakit bisa terlihat dari tanda serbuk putih di batang pohonnya, terus daun-daunnya rapuh. Sehingga pilihan terbaik adalah ditebang daripada tumbang.

Pohon mahono yang ditebang berdiameter 1 meter dan tinggi sekitar 20 meter. Sebelum ditebang, petugas terlebih dulu berkoordinasi dengan Dishub dan PLN Kota Cimahi. Sebab, posisi pohon di pinggir jalan raya dan ada kabel PLN yang melintang.

Sehingga keamanan warga dan petugas yang melakukan pemotongan terjaga. "Kalau sembarangan memotong nanti bahaya buat petugas. Apalagi ini kan di pinggir jalan dan banyak anak sekolah," ujar dia.

Solehudin menuturkan, teknik penebangan adalah lebih dulu memangkas ranting. Kemudian dilanjutkan menebang bagian batang pohon menggunakan gergaji mesin dan ditahan menggunakan tali untuk menghindari tumbang ke jalan.

Mengenai kondisi cuaca yang sudah masuk musim hujan, pihaknya siap siaga 24 jam untuk menindaklanjuti apabila ada laporan pohon tumbang atau permintaan topping dan penebangan pohon.

"Petugas konservasi standby 24 jam, kalau ada laporan masuk langsung ditindaklanjuti. Tentunya berkoordinasi sama petugas BPBD dan Damkar," tutur Solehudin.



(awd)