alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kuasa Hukum Pastikan Pistol Irfan Milik Pribadi Bukan dari Perbakin

Inin Nastain
Kuasa Hukum Pastikan Pistol Irfan Milik Pribadi Bukan dari Perbakin
Foto/SINDONews/Dok/Ilustrasi

MAJALENGKA - Senjata api (senpi) jenis pistol kaliber 9 milimeter yang digunakan Irfan Nuralam saat terjadi perselisihan dengan seorang kontraktor Panji Pamungkasandi di Taman Hana Sakura pada Minggu (10/11/2049) malam, bukan dari Perbakin. Pistol tersebut milik Irfan pribadi dan izin resmi kepemilikan senjata api diperoleh dari Mabes Polri.

Fakta ini diungkapkan dan ditegaskan Dadan Taufik, salah satu pengacara Irfan Nuralam, Rabu (13/11/2019). Dadan mengatakan, senjata dari Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) tidak bisa bebas dibawa. Berbeda dengan senjata api yang dibawa Irfan saat terjadi insiden penembakan dan melukai telapak tangan kiri Panji dan salah satu teman Irfan. (BACA JUGA: Kasus Penembakan Naik ke Penyidikan, Pihak Irfan Berharap Damai)

"(Senjata) perbakin itu jenis peluru tajam, tidak boleh dibawa bebas kemana-mana. Tapi (senjata api) yang dimiliki oleh klien kami (Irfan Nuralam) itu adalah senjata beladiri yang setiap warga Indonesia punya hak sama memiliki senjata tersebut, asal memenuhi ketentuan-ketentuan perundang-undangan, ya. Proses-prosesnya dilalui, seperti itu," kata Dadan di Majalengka, Rabu (13/11/2019).



Lantaran senjata Irfan bukan dari Perbakin, ujar Dadan, yang bersangkutan tidak bisa disalahkan saat membawa senjata tersebut. Izin kepemilikan senjata yang dimiliki Irfan pun diterbitkan oleh Mabes Polri. "Itu adalah senjata beladiri. Klien kami punya hak membawa senjata itu karena dia memiliki Buku Pas senjata api ya, gitu kan. Artinya mengikat, dia dibawa kemana saja karena itu senjata beladiri, bukan senjata Perbakin," ujar dia.

"(Izin kepemilikan senjata api) dari sini dulu, dari Polres (Polres Majalengka), terus nanti ke Polda (Polda Jabar), psikotes. Nanti Mabes Polri memberikan izin senjata tersebut. (Kabar yang beredar senjata Perbakin), salah, keliru. (Masa berlaku izin kepemilikan senjata Ifran) sampai 2020, (saat ini) masih berlaku," tandas Dadan.



(awd)