alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ketua RT Mengaku Tidak Tahu Kejadian di Rumah Anak Bupati Majalengka

Inin Nastain
Ketua RT Mengaku Tidak Tahu Kejadian di Rumah Anak Bupati Majalengka
Panji Pamungkasandi. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi

MAJALENGKA - Sebelum tangan kirinya tertembak, kontraktor Panji Pamungkasandi disebut mendatangi rumah Irfan Nuralam, anak Bupati Majalengka yang juga pejabat Pemkab Majalengka, di Cijati, Majalengka, Jawa Barat. Namun, ketua RT setempat mengaku tidak tahu kejadian tersebut.

Ketua RT 01/8, Yayan, tempat Irfan tinggal, mengaku baru mengetahui adanya kejadian itu pada Rabu (13/11/2019) pagi. "Baru tahu setelah teman-teman ngobrol tentang itu. Teman-teman yang lain juga begitu," kata Yayan kepada SINDOnews, Rabu (13/11/2019).

Rumah Yayan dengan tempat tinggal IN  berjarak sekitar 100 meter, atau terhalang sekitar lima rumah. Dia mengaku, saat kejadian, Minggu (10/11/2019) malam dirinya memang sudah tidur.



"Kalau nggak salah, Malam Senin itu saya sudah tidur sekitar jam 11 (pukul 23.00 WIB). Namun, besoknya juga nggak ada kabar apa-apa," papar dia.

Diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Irfan Nuralam, Arif Chaidar menjelaskan, keributan tersebut berawal saat pihak pelapor, Panji Pamungkasandi, datang ke rumah Irfan di Cijati, untuk menanyakan teman Irfan,  AC. Bersama sekitar 20 orang, Panji mencari AC terkait sisa utang.

"(Panji dan kawan-kawan) Datang bawa senjata tajam dan beringas. Kebetulan IN nggak ada di rumah. Di perjalanan pulang dari Bandung diberitahu tentang hal itu," jelas dia. (Baca juga: Kasus Kontraktor Tertembak di Majalengka, Ini Penjelasan Pihak Terlapor).

Sementara, Panji menceritakan, peristiwa bermula ketika 12 pegawai perusahaan termasuk dirinya, pergi ke Majalengka saat Magrib untuk menagih sisa utang pembayaran proyek yang telah selesai dikerjakan pada April 2019 senilai Rp500 juta.

Panji dan rombongan tiba di Lingkungan Pusaka Indah, Cijati, Kabupaten Majalengka, lokasi pertemuan yang telah ditentukan oleh Andi, rekan Irfan, Minggu sekitar pukul 19.30 WIB.

Lantaran Irfan Nuralam masih berada di Kota Bandung, akhirnya Panji dan pegawainya menunggu. Selanjutnya, Irfan bersedia menemui Panji di kawasan Ruko Hana Sakura, Cigasong. Maka, Panji dan kawan-kawan pun meluncur ke kawasan Ruko Hana Sakura. Di situlah kejadian penembakan terjadi. (Baca juga: Ini Kronologi Peristiwa Penembakan di Majalengka versi Korban Panji).



(zik)