alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tuan Rumah Piala Soeratin U-15 Keluhkan Kewajiban Tambahan Non-Teknis

Adi Haryanto
Tuan Rumah Piala Soeratin U-15 Keluhkan Kewajiban Tambahan Non-Teknis
Laga Piala Soeratin 2019 kategori U-15 di Grup D antara tuan rumah Bone FC melawan Maung Anom FC di Lapangan Pusdikjas, Kota Cimahi, Selasa (12/11/2019). Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

CIMAHI - Tuan rumah penyelenggara Piala Soeratin 2019 kategori U-15 wilayah regional Jawa Barat, Bone FC mengeluhkan kewajiban tambahan non teknis.

Sebab biasanya tuan rumah hanya berkewajiban menyediakan lapangan tempat pertandingan. Namun kini justru harus bertanggung jawab terhadap semua hal menyangkut perangkat pertandingan.

"Kami jelas kaget. Sebagai tuan rumah harus menyiapkan segala macam yang menyangkut perangkat pertandingan, pengawas, akomodasi, transportasi, kelengkapan di lapangan, bola, anak gawang, hingga bendera fair play. Apalagi informasi tugas 'tambahan' itu diberitahukan ke kami hanya H-2 sebelum kick off," kata Tim Official Bone FC yang juga Manager Timnas U15 Kemenpora RI, Ray Manurung saat ditemui di sela pertandingan Bone FC melawan Maung Anom Lapangan Pusdikjas, Kota Cimahi, Selasa (12/11/2019).



Menurut dia kewajiban tambahan itu jelas membuat pihaknya kelimpungan mengingat semua berdampak kepada biaya yang harus disiapkan. Dia sempat mencoba mengontak pihak Asprov Jabar tapi tidak ada solusi yang diberikan terkait persoalan ini. Hal tersebut jelas membuat konsentrasi dan persiapan timnya menjadi tidak fokus karena harus memikirkan masalah non teknis.

Kondisi itu diperparah lagi dengan rencana bahwa pertandingan Grup A juga akan diselenggarakan di Lapangan Pusdikjas Cimahi. Padahal awalnya dalam technical meeting yang bertanding di Pusdikjas hanya Grup D yang terdiri dari Bone FC selaku tuan rumah, kemudian Maung Anom, Bandung Legend, dan Aljabar. Setelah pihaknya protes akhirnya pertandingan Grup A dipindahkan ke tempat lain.

"Jelas kami keberatan, karena kalau Grup A juga dipertandingkan di sini (Pusdikjas) berarti kami selaku tuan rumah juga harus menjamin kebutuhan tim-tim tersebut. Selaku tuan rumah awalnya kami berpikir untuk mengundurkan diri, namun karena mengingat sanksi dan masa depan anak-anak maka niatan tersebut akhirnya kami urungkan," kata Ray yang mengaku sangat terbantu dan berterima kasih karena disediakan lapang untuk pertandingan oleh Komandan Pusdikjas Cimahi.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Manajer Organisasi Asprov Jabar, Rudi Ade yang hadir menyaksikan pertandingan Bone FC melawan Maung Anom, mengakui jika ada kewajiban tuan rumah untuk membiayai fasilitas dan akomodasi termasuk penginapan tim lain.

Situasi itu yang harus dilakukan oleh Bone FC selaku tuan rumah Grup D. Padahal jika Grup A juga dipertandingkan di Pusdikjas Cimahi, Asprov Jabar akan memberikan bantuan anggaran, tapi karena tidak jadi maka bantuan itu dicancel.

Menurutnya untuk kompetisi Piala Soeratin 2019 kategori U-15, tidak ada bantuan dari Asprov Jabar. Itu juga berlaku untuk kategori U-17 yang diakibatkan karena tidak adanya sponsor yang masuk.

Padahal kebutuhan anggaran untuk kompetisi usia dini semacam ini paling minimal butuh anggaran Rp1 miliar, dimana kebutuhan paling besar adalah untuk membayar perangkat pertandingan.

Kendati begitu, meski tuan rumah memberikan sarana penunjang kepada tim lain dan juga perangkat pertandingan lainnya, Rudi Ade meminta, agar penyelenggara pertandingan tetap bersikap netral.

"Ya memang tidak ada bantuan dari Asprov Jabar. Kami hanya bertanggungjawab kepada wasit dan pengawas pertandingan," ucapnya.

Sementara itu, pada pertandingan antara Bone FC melawan Maung Anom, skor akhir dimenangkan oleh Bone FC dengan skor 5-0. Tim yang diarsiteki oleh Pelatih Kepala Timnas Pelajar U15 Kemenpora RI Rochi Putiray tampil dominan dengan menguasai jalannya pertandingan.

Pertandingan Piala Soeratin 2019 kategori U-15 ini digelar dari tanggal 11-14 November 2019 dimana di Jawa Barat digelar di sembilan tempat. Nantinya juara di tiap provinsi akan diambil untuk bertanding di tingkat nasional melawan juara dari masing-masing provinsi.



(awd)