alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

English for Ulama Syiarkan Keindahan Islam di Eropa

Jabar.SINDOnews
English for Ulama Syiarkan Keindahan Islam di Eropa
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Foto/Humas Pemprov Jabar

JAKARTA - Keindahan Islam tersebar di benua Eropa lewat program English for Ulama yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Lima ulama asal Jabar itu sudah mulai berdakwah di lima kota Eropa, yakni London, Bristol, Glasgow, Manchester, dan Birmingham dari 4 November hingga 14 November 2019.

Kelima ulama itu antara lain, Wifni Yusifa yang didampingi perwakilan KBRI berangkat ke Birmingham. Ridwan Subagya bersama pendamping English for Ulama berdakwah ke Bristol.



Ihya Ulumudin berdakwah di Glasgow, Skotlandia. Beni Safitri dan Hasan Al-Banna, berdakwah di lima kota di Eropa. Sedangkan Beni ke Manchester dan Hasan bertugas di London.

Ridwan Kamil mengatakan, English for Ulama merupakan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar agar ulama lebih fasih berdakwah dalam bahasa Inggris.

Selain itu, program English for Ulama juga bertujuan untuk menyampaikan pesan tentang keindahan Islam di penjuru dunia. Lima ulama ini juga berdakwah untuk menceritakan tentang keberagaman budaya Indonesia sekaligus menjadi duta damai yang merepresentasikan Islam.

“Para ulama menceritakan keramahan Islam di Indonesia yang toleran. Sehingga, harapannya adalah dapat mengubah persepsi soal Islam dan dakwah yang disampaikan bisa memberikan pengalaman serta pemahaman baru tentang Islam di Indonesia,” kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini dalam teleconference English for Ulama Journey.

Salah satu ulama, Ihya Ulumudin yang bertugas melaksanakan dakwah di Skotlandia mengemukakan, dia berkesempatan menjadi khatib salat Jumat di Heriot-Watt University.

“Saya berkesempatan untuk menjadi khatib bagi para mahasiswa, pekerja, hingga anak-anak muslim di sana. Kemudian, saya juga mengikuti perayaan maulid alias kelahiran Nabi Muhammad SAW setempat di Masjid Minhaj-ul-Quran, Rutherglen, Glasgow,” kata Ihya.

Ulama lain, Ridwan Subagya yang menjalankan dakwah ke Bristol menuturkan bahwa dirinya membawa pesan keindahan Islam di Indonesia.  “Kami berpesan Islam itu damai. Islam itu relevan di setiap waktu dan tempat. Apalagi di Eropa, Islam juga sangat berkembang pesat. Tentu kami berharap, dimanapun Islam berada akan membawa kedamaian, menjadi rahmat sebagaimana Islam yang ditanamkan di Indonesia,” tutur Ridwan.

Sementara itu, Hasan Al-Banna yang berdakwah di London, Inggris menjadi pembicara dalam Thurrock Interfaith Roundtable Dialogue atau dialog antaragama yang berlangsung di Grays, Thurrock sekitar 30 km di timur London. Total dialog itu diikuti oleh 21 pemuka agama.

Dalam kesempatan itu, Hasan mengungkapkan dia memperkenalkan program English for Ulama dalam dialog. “Kami berkesempatan berdialog bersama denngan tokoh syekh di sana. Mereka menegaskan Islam mengajarkan dan memperlakukan sesama dengan setara. Islam harus hidup secara harmonis dalam kedamaian. Di kesempatan itu, sempat kami jelaskan jika kami dikirim oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk mensyiarkan kedamaian,” ungkap Hasan.

“Ada dalam dialog yang sangat bagus jika disampaikan untuk masyarakat Indonesia. Kami belajar dari Inggris untuk bersatu melawan rasisme. Kemudian, pesan utama dalam dialog tersebut adalah bagaimana mendengarkan dan memahami. Karena apa yang kamu yakini, bisa saja berbeda dengan orang lain. Jadi, jembatan antara keyakinan-keyakinan tersebut adalah saling mendengarkan dan memahami sehingga muncul keharmonisan satu sama lain,” pungkas Hasan.



(awd)