alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kontribusi Gojek untuk Perekonomian Indonesia Rp44,2 Triliun per Tahun

Agung Bakti Sarasa
Kontribusi Gojek untuk Perekonomian Indonesia Rp44,2 Triliun per Tahun
Para mitra Gojek dalam sebuah acara di Bandung beberapa waktu lalu. Foto/SINDOnews/Dok

BANDUNG - Seiring pesatnya pertumbuhan salah satu raksasa perusahaan ekonomi digital di Tanah Air, kontribusi Gojek terhadap perekonomian Indonesia hingga 2018 lalu menembus angka Rp44,2 triliun per tahun.

Nilai kontribusi yang diberikan Gojek tersebut berdasarkan hasil Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI).

Penghitungan kontribusi itu didapatkan dari selisih pendapatan mitra dan pemilik UMKM sebelum dan sesudah bergabung ke dalam Gojek.



Riset dilakukan lewat metode kuantitatif dengan wawancara tatap muka yang melibatkan 6.732 respoden. Pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan random sampling dengan margin of error di bawah 3,5%.

Head Of Regional Corporate Affairs Sumatera Teuku Parvinanda memaparkan, secara rinci, hasil riset LD FEB UI menunjukkan bahwa Gojek menyumbangkan Rp16,5 triliun per tahun melalui selisih pendapatan masyarakat sebelum dan sesudah menjadi mitra Go-Ride serta Rp8,5 triliun per tahun sebelum dan sesudah menjadi mitra Go-Car.

Sementara itu, mitra Go-Life menyumbangkan Rp1,2 triliun per tahun. Adapun selisih omzet sebelum dan sesudah menjadi mitra UMKM GO-Food memperoleh kontribusi tertinggi di antara sektor lainnya, yaitu mencapai Rp18 triliun.

"Dengan angka-angka tersebut, kita dapat mengukur berapa jumlah kontribusi yang bisa dihasilkan dan juga lapangan pekerjaan. Kalau cuma lapangan pekerjaan, tapi tidak berkelanjutan kan itu bukan kontribusi. Gojek ingin membuka lapangan pekerjaan dan adanya kelanjutan penghasilan," kata Teuku dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat (8/11/2019).

Teuku mengaku tak asal klaim, masih berdasarkan riset LD FEB UI, penghasilan rata-rata mitra Gojek pun melebihi rata-rata upah minimum kabupaten/kota (UMK).

"Riset ini juga menyebutkan bahwa mitra Gojek lebih sejahtera dan meningkat mobilitas ekonominya semenjak bergabung dengan Gojek," ujar dia.

Berkaca pada hasil riset tersebut, tutur Teuku, Politeknik Universitas Sriwijaya sempat mengundang Gojek untuk memberikan pengetahuan kepada para mahasiswanya terkait dampak Gojek bagi perekonomian di Kota Palembang.

Teuku menuturkan, menyusul besarnya kontribusi Gojek bagi perekonomian Indonesia tersebut, Gojek juga mendapat predikat aplikasi favorit bagi kalangan milenial.

Predikat itu diraih berdasarkan hasil Survei Alvara yang melibatkan 1.204 responden dari Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi, Bali, Padang, Yogyakarta, dan Manado. "Hasil survei menunjukkan sebanyak 70,4% responden memilih menggunakan Gojek," katanya.

Pengamat ekonomi Yan Sulistiyo menyatakan, ukuran kontribusi terhadap perekonomian tidak hanya kepada angka, tetapi juga keteraturan dan shifting ketika teknologi itu masuk ke suatu daerah.

"Contohnya itu Go-car, dulu taksi gelap dan konvensional bisa menembak harga. Sekarang harga itu ditentukan oleh aplikasi. Pola transaksinya jadi berubah,” kata Yan.

Kontribusi seperti itu yang kemudian mengubah perilaku masyarakat. Maka tak salah, apabila 89% konsumen mengatakan bahwa Gojek telah memberikan dampak yang baik bagi masyarakat.



(awd)