alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Satreskrim Hitung Kerugian Korban Akumobil Capai Rp100 Miliar

Agus Warsudi
Satreskrim Hitung Kerugian Korban Akumobil Capai Rp100 Miliar
Sejumlah korban dugaan penipuan dan penggelapan Akumobil melapor ke Satreskrim Polrestabes Bandung. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi

BANDUNG - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung menghitung kerugian yang dialami oleh nasabah atau korban penipuan PT Aku Digital Indonesia atau Akumobil mencapai Rp100 miliar lebih.

Jumlah kerugian sebesar itu diraup tersangka BJB atau Br dari 1.342 korban yang membeli mobil dan 408 korban yang membeli motor di Akumobil. Sebagian kecil korban ada yang hanya menyetorkan down payment (DP) Rp1 juta untuk membeli mobil dan motor dengan harga murah. DP itu diberikan sebagai tanda jadi.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Mochamad Rifai mengatakan, petugas masih mendalami kasus penipuan dan penggelapan dengan tersangka Direktur Utama (Dirut) PT Aku Digital Indonesia atau Akumobil.



"Kami tindak lanjuti dengan proses penyidikan, kemungkinan tersangka lain akan ada. Jumlah dana yang diraup Akumobil dari konsumen (korban) mencapai lebih dari Rp100 miliar," kata Rifai di Mako Satreskrim Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (7/11/2019). (BACA JUGA: Polisi Bakal Terapkan Pasal TPPU dalam Kasus Akumobil)

Rifai mengemukakan, Satreskrim juga telah menyita sejumlah empat kendaraan roda dua jenis motor gede (moge) dan tujuh unit mobil mewah. Kendaraan-kendaraan tersebut diduga dibeli oleh tersangka menggunakan dana yang diraup dari ribuan korban Akumobil.

"Kendaraan yang diduga dibeli menggunakan uang korban itu dipakai oleh tersangka dan para karyawan Akumobil," ujar Kasat Reskrim.

Rifai menuturkan, satu dari tujuh laporan dicabut oleh pelapor. Tapi ada tiga laporan polisi yang ditindaklanjuti. Karena itu, upaya mediasi antara korban dengan pihak Akumobil tak mempengaruhi proses penyidikan.

"Silakan (mediasi). Kami terkait dengan penyidikan, jadi kami berdasarkan KUHP. Kami melakukan penyidikan bersadarkan itu. Jadi (penyidikan pidana) tidak berkaitan dengan mediasi yang dilakukan oleh para konsumen," tutur Rifai.



(awd)