alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gopay dan Baznas Luncurkan Inovasi Zakat Digital GoZakat

Arif Budianto
Gopay dan Baznas Luncurkan Inovasi Zakat Digital GoZakat
Gopay dan Baznas meluncurkan aplikasi GoZakat bertepatan dengan konferensi internsional WZF 2019 di Crown Hotel, Jalan Lembong, Kota Bandung, Selasa (5/11/2019). Foto/Dok/Gojek

BANDUNG - Gopay bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan pembayaran zakat secara digital melalui aplikasi GoZakat. Peluncuran inovasi ini melanjutkan misi memudahkan masyarakat dalam membantu sesama lewat donasi digital.

Peluncuran GoZakat dilakukan di Crown Hotel, Jalan Lembong, Kota Bandung, Selasa (5/11/2019). Peluncuran dilakukan di sela-sela digelarnya konferensi internsional World Zakat Forum (WZF) yang diikuti delegasi 28 negara.

Setelah peluncuran GoZakat, kini pengguna GoPay bisa membayar zakat lebih dekat dan lebih mudah lewat fitur GoBills yang tersedia di aplikasi Gojek.



GoZakat merupakan inovasi kemudahan dalam berzakat secara digital yang dikembangkan GoPay bersama Kitabisa.com. GoZakat bekerjasama dengan berbagai lembaga amal zakat terpercaya seperti Baznas.

Managing Director Gopay Budi Gandasoebrata mengatakan, sejak donasi digital diperkenalkan kepada publik pada bulan Ramadhan 2018 lalu, pihaknya melihat sambutan positif dari masyarakat. Awalnya, pihak nya memperkenalkan donasi dengan hanya lewat pemanfaatan kode QR.

"Sekarang, GoPay sudah bisa dimanfaatkan untuk berdonasi melalui dua cara, yaitu GoBills, dan GoGive atau melalui online crowdfunding platform lainnya," kata Budi.

Hingga Oktober 2019, kenaikan donasi digital menggunakan Gopay mencapai 1.300 kali lipat dan telah berhasil membantu mengumpulkan donasi senilai Rp63 miliar. Namun yang terpenting, metode pembayaran digital telah mempermudah mayarakat mendonasikan zakatnya.

"Melihat sambutan positif ini, kami terdorong untuk terus mengembangkan inovasi untuk memudahkan masyarakat Indonesia dalam membantu sesama dan mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata," ujar dia.

Direktur Operasi Baznas Wahyu Kuncahyo mengatakan, Indonesia memiliki potensi zakat yang cukup besar, bahkan bisa mencapai Rp252 triliun. Namun serapan zakat belum maksimal. Data tahun 2018, serapan zakat hanya mencapai Rp8 triliun.

"Kami sendiri telah melihat tren positif penggunaan sedekah digital oleh masyarakat, di mana pada tahun 2018, pengumpulan zakat dari jalur digital mengalami kenaikan dari 2% menjadi 6%. Baznas memprediksi kontribusi saluran digital dapat mencapai 30% pada tahun 2020," kata Wahyu.

Dia yakin, potensi tersebut dapat dimaksimalkan melalui inovasi zakat digital yang dihadirkan oleh GoPay. Apalagi mengingat jangkauan pengguna GoPay yang luas di seluruh Indonesia.

Untuk penggunaan GoZakat, pengguna GoPay cukup membuka fitur GoBills yang terdapat di aplikasi Gojek. Kemudian pilih menu “Zakat” lalu masukkan jumlah yang ingin dibayarkan.

Selain Baznas, pengguna juga dapat menyalurkan zakatnya lewat Baitul Maal Hidayatullah, LazisMu, LazisNU, Rumah Yatim, dan Rumah Zakat.

Inovasi zakat digital ini merupakan bagian dari program GoPay for Good yang diinisiasikan oleh GoPay untuk memudahkan masyarakat dalam membantu sesama lewat donasi digital. Saat ini, GoPay for Good telah bekerja sama dengan 400 lembaga nonprofit dan rumah ibadah di 21 provinsi dan 41 kota di seluruh Indonesia.

Pada Agustus 2019, GoPay menerima penghargaan spesial dari Baznas atas komitmennya dalam mendorong donasi digital untuk mempermudah masyarakat Indonesia dalam membayar zakat, infaq, dan sedekah.

Serta konsistensinya berkolaborasi dalam mendukung penerimaan zakat nasional, sekaligus mendorong masyarakat Indonesia menjadi lebih dermawan.



(awd)